Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia mengungkapkan eskalasi perang Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel dan Iran telah membawa dampak yang multi sektoral dan multi market dan memicu perubahan perilaku pelaku pasar di berbagai negara. Dari sisi jalur transmisi, dampak konflik tersebut terbagi menjadi dua, yakni dampak langsung (direct impact) dan tidak langsung (indirect impact), terutama melalui kanal finansial.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan dampak secara langsung terhadap sektor finansial tidak terlalu besar, serta reaksi pasar di Timur Tengah relatif terbatas. Lantaran, keduanya bukan merupakan pusat keuangan dunia (financial hub), sehingga reaksi pasar di kawasan Timur Tengah cenderung tidak terlalu besar.
"Kita menghadapi situasi yang memang tidak biasa-biasa saja. Khususnya situasi di regional dan di global karena kami melihat dampak dari perang Amerika Serikat, Israel dan Iran, itu ternyata memang mempunyai dampak yang multi-sektoral, kemudian multi-market juga," tegas Destry Damayanti dalam Central Banking Forum 2026, Senin (13/4/2026).
