Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Mandiri Bagi Dividen Interim Rp6,16 T Cerminkan Profitabilitas Kuat
ilustrasi dividen (vecteezy.com/fabregov)
  • Bank Mandiri membagikan dividen interim Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.
  • Nafan Aji Gusta menilai pembagian tersebut menunjukkan kapasitas profitabilitas dan permodalan Bank Mandiri.
  • Pertumbuhan kredit, DPK, laba bersih, serta kualitas aset menjadi perhatian dalam kinerja BMRI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sepanjang kalender 2026

Total dividen Bank Mandiri sekitar Rp50,63 triliun atau Rp542,95 per saham, termasuk dividen tahun buku 2025 dan dividen interim tahun buku 2026.

Rabu (9/9/2026)

Nafan Aji Gusta menyatakan pembagian dividen interim BMRI Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham menunjukkan kapasitas profitabilitas dan permodalan Bank Mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bank Mandiri membagikan dividen interim Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.
  • Who?
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membagikan dividen, sementara Nafan Aji Gusta memberikan penilaian.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Rabu (9/9/2026).
  • Why?
    Nafan menilai pembagian tersebut mencerminkan kuatnya kapasitas profitabilitas dan permodalan Bank Mandiri.
  • How?
    Dividen interim dibagikan sebesar Rp6,16 triliun, setara Rp66 per saham.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bank Mandiri membagi uang dividen interim Rp6,16 triliun atau Rp66 untuk tiap saham. Kak Nafan dari Mirae Asset bilang Bank Mandiri punya keuntungan dan modal yang kuat. Kredit dan dana dari nasabah juga tumbuh 17,6 persen. Tapi investor masih perlu melihat harga saham, bunga, kualitas aset, dan pertumbuhan kredit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembagian dividen interim menunjukkan Bank Mandiri tetap membagikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah ekspansi kredit. Pertumbuhan kredit dan DPK 17,6 persen, kenaikan laba bersih 22,3 persen yoy, serta NPL gross 1 persen menjadi dasar penilaian Nafan atas profitabilitas, permodalan, dan kualitas aset perseroan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membagikan dividen interim sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham. Hal tersebut dinilai mencerminkan kondisi profitabilitas dan permodalan perseroan yang kuat di tengah pertumbuhan kinerja.

“Pembagian dividen interim BMRI sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham menunjukkan kuatnya kapasitas profitabilitas dan permodalan Bank Mandiri,” kata Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

1. Kredit dan DPK Bank Mandiri tumbuh 17,6 persen

ilustrasi kartu kredit Mandiri (dok. Bank Mandiri)

Menurut Nafan, keputusan membagikan dividen interim juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja perseroan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang masing-masing mencapai 17,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan kredit dan DPK tersebut turut menopang kenaikan laba bersih Bank Mandiri sebesar 22,3 persen secara tahunan. Pada saat yang sama, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 1 persen.

Nafan menilai, pembagian dividen di tengah ekspansi kredit menunjukkan Bank Mandiri masih memiliki ruang permodalan untuk menjalankan ekspansi sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

2. Dividen jadi salah satu pertimbangan investor

ilustrasi dividen (vecteezy.com/Jittawit Tachakanjanapong)

Sepanjang kalender 2026, total dividen yang dibagikan Bank Mandiri sekitar Rp50,63 triliun atau setara Rp542,95 per saham, terdiri dari dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun atau Rp476,95 per saham dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.

Menurut Nafan, besarnya pembagian dividen tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan investor, baik dari sisi pendapatan dividen maupun potensi pergerakan harga saham.

“Pembagian dividen interim juga berpotensi meningkatkan investor confidence dan menjaga daya tarik BMRI bagi investor institusi maupun ritel,” ujar Nafan.

3. Investor perlu pertimbangan meski prospek positif

ilustrasi sebuah tim bisnis yang beragam sedang mengadakan rapat menganalisis data pasar saham di layar (pexels.com/Gustavo Fring)

Dari sisi fundamental, Nafan masih melihat prospek BMRI positif. Pertumbuhan kredit dua digit, ekspansi ke sektor produktif, serta kemampuan menjaga kualitas aset dan likuiditas dinilai menjadi faktor yang mendukung kinerja perseroan.

"Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor, termasuk valuasi saham, arah suku bunga, kualitas aset, dan keberlanjutan pertumbuhan kredit,” kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article