CFO, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Novita Widya Anggraini, dalam salah satu sesi di Paviliun Indonesia, Davos, Swis pada Selasa (20/01/2026). (IDN Times/Alya Achyarini)
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan 22 persen YoY menjadi Rp1.716 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA), dengan saldo giro mencapai Rp664 triliun dan tabungan sebesar Rp559 triliun.
Menurut Novita, pertumbuhan dana murah didukung oleh meningkatnya penggunaan layanan digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri. Selain mendorong transaksi digital, kedua platform tersebut juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui pembiayaan berbagai program prioritas nasional, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), penguatan UMKM dan koperasi, KPR subsidi, serta pembiayaan sektor strategis dan hilirisasi industri.
"Melalui sinergi integrasi ekosistem Bank Mandiri yang menghubungkan layanan digital, jaringan distribusi, dan pembiayaan produktif, kami berkomitmen untuk terus hadir bagi seluruh lapisan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," ucap Novita.