Transaksi Digital Melesat, Bank Mandiri: Keamanan Nasabah Jadi Kunci

- Bank Mandiri mencatat pergeseran besar ke transaksi digital, dengan porsi pembayaran tunai turun dari 53 persen pada 2023 menjadi sekitar 37 persen pada Maret 2026.
- Keamanan siber dan kepercayaan nasabah menjadi fokus utama Bank Mandiri, karena gangguan kecil saja dapat memengaruhi loyalitas pengguna di tengah volume transaksi mencapai 4,8 miliar per tahun.
- Melalui aplikasi Livin' by Mandiri dan pembentukan grup keamanan siber khusus, bank memperkuat perlindungan data serta memberi fleksibilitas pengaturan keamanan bagi nasabah.
Jakarta, IDN Times - Bank Mandiri menilai pergeseran perilaku pembayaran masyarakat Indonesia ke arah transaksi nontunai semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital, aspek keamanan siber dan kepercayaan nasabah menjadi fokus utama industri perbankan.
SVP Business Transformation Adhita Jona mengatakan, porsi transaksi tunai dalam belanja masyarakat terus menyusut dan kini tidak lagi menjadi metode pembayaran dominan.
"Pada Januari 2023, sekitar 53 persen porsi belanja masyarakat Indonesia masih menggunakan uang tunai. Sementara transaksi melalui perbankan sekitar 31 persen dan uang elektronik 5 persen," ujar Adhita dalam sesi Code of Trust: Cybersecurity in a Cashless Generation pada Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut berubah signifikan pada Maret 2026. Porsi transaksi tunai turun menjadi sekitar 37 persen, sedangkan transaksi melalui layanan perbankan digital meningkat menjadi 47 persen.
Adhita menilai, tren tersebut membuat perbankan harus semakin menjaga kepercayaan nasabah. Pasalnya, produk utama yang dijual bank bukan sekedar layanan keuangan, melainkan rasa aman dan kepercayaan.
"Kami diperbankan melihat gimana caranya untuk menjaga kepercayaan itu. Kami punya Livin by Mandiri, Tapi sebetulnya yang kami jual itu adalah kepercayaan dan keamanan," tegasnya.
Ia mengungkapkan, volume transaksi yang diproses Bank Mandiri mencapai sekitar 4,8 miliar transaksi per tahun. Karena itu, gangguan layanan sekecil apa pun berpotensi memengaruhi kepercayaan nasabah.
"Kalau sekali saja kami gagal memberikan layanan yang baik, nasabah bisa berpindah ke bank lain karena kepercayaannya berkurang," ujarnya.
Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat keandalan produk dan layanan digital. Melalui aplikasi Livin' by Mandiri, nasabah juga diberikan keleluasaan untuk mengatur sendiri berbagai fitur keamanan, seperti pengaturan limit transaksi hingga pemblokiran kartu.
Selain itu, Adhita mengatakan Bank Mandiri telah membentuk grup khusus yang bertugas mengawasi dan memperkuat aspek keamanan siber guna melindungi data serta transaksi nasabah di tengah meningkatnya aktivitas digital.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age".
IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi











![[QUIZ] Dari Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)





