Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI Naikkan Bunga Acuan, Bagaimana Sikap Bank Mandiri ke Kredit?

BI Naikkan Bunga Acuan, Bagaimana Sikap Bank Mandiri ke Kredit?
Sinergi Membangun Negeri, Bank Mandiri Catat Kredit Infrastruktur Tumbuh 30,8% per Februari 2026 (dok. Bank Mandiri)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
  • Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan pihaknya masih mencermati kondisi pasar sebelum menyesuaikan bunga kredit, dengan NPL tetap rendah di kisaran 0,97 persen.
  • Presiden Prabowo melalui Menko Airlangga meminta Himbara mendukung kebijakan strategis pemerintah, termasuk ekspor satu pintu dan penempatan devisa hasil ekspor di bank BUMN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan, menanggapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.

Kenaikan tersebut dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Adapun Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke Istana Kepresidenan pada Kamis (18/6/2026).

Riduan mengatakan Bank Mandiri masih mencermati perkembangan pasar sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga kredit.

Menurut dia, penetapan bunga kredit akan sangat bergantung pada kondisi likuiditas dan kemampuan bank dalam menghimpun dana dari masyarakat.

"Kita yang namanya menaikkan suku bunga atau tidak, tergantung bagaimana kita mendapatkan funding dari masyarakat," ujar Riduan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Di sisi lain, Riduan memastikan kinerja Bank Mandiri hingga pertengahan tahun masih berjalan sesuai rencana bisnis bank (RBB).

Meski demikian, perseroan tetap membuka kemungkinan melakukan sejumlah penyesuaian sejalan dengan perkembangan kondisi pasar.

Di sisi lain, kualitas aset perseroan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang rendah.

"NPL Mandiri rendah, sekitar 0,97 persen. Jadi sejauh ini tidak terlalu terpengaruh. Sampai hari ini tren vintage kualitas kredit juga masih bagus," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran direksi dan komisaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terkait dukungan terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintah.

Menurut Airlangga, Presiden menaruh harapan besar kepada Himbara untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong perekonomian nasional, terutama melalui implementasi kebijakan ekspor satu pintu dan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) di perbankan BUMN.

"Dengan adanya kebijakan ekspor satu pintu, kemudian devisa hasil ekspor yang seluruhnya melalui Himbara, maka Himbara mempunyai peran yang besar untuk mendorong perekonomian nasional," ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, arahan tersebut merupakan bagian dari penegasan Presiden terhadap berbagai prioritas kerja pemerintah ke depan. Karena itu, pesan tersebut disampaikan langsung kepada seluruh jajaran direksi dan komisaris Himbara.

"Jadi prioritas-prioritas inilah yang ditekankan oleh Bapak Presiden, termasuk kerja-kerja pemerintah ke depan. Tentu hal ini disampaikan kepada seluruh jajaran direksi dan komisaris daripada Himbara," ungkap Airlangga.

Pemerintah, lanjut Airlangga, berharap bank-bank anggota Himbara dapat menjalankan fungsinya secara optimal, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pemerintah berharap Himbara betul-betul bisa menjalankan perannya sebagai agen pembangunan," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More