Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Di sisi lain, BCA membidik pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) di kisaran 8–10 persen pada tahun ini, seiring upaya perseroan menjaga ekspansi yang sehat di tengah dinamika likuiditas dan suku bunga.
Hingga Desember 2025, realisasi kinerja kredit BCA dan entitas anak tercatat tumbuh 7,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 993 triliun. Sepanjang tahun, rata-rata pertumbuhan kredit mencapai 10,8 persen. Kredit usaha menjadi motor utama dengan kenaikan 9,9 persen YoY menjadi Rp 756,5 triliun, sementara pembiayaan konsumer relatif stabil di level Rp 224,1 triliun.
Dari sisi pendanaan, total DPK meningkat 10,2 persen YoY menjadi Rp 1.249 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh dana giro dan tabungan (CASA) yang naik 13,1 persen YoY menjadi Rp 1.045 triliun, memperkuat struktur pendanaan berbiaya murah perseroan.
Kualitas aset pun tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di level 1,7 persen, sedangkan loan at risk (LAR) membaik ke 4,8 persen. Capaian ini mencerminkan ekspansi yang tetap diimbangi dengan prinsip kehati-hatian.