Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BEI Bakal Hapus Batas Minimum Harga Saham Gocap, Berlaku Bulan Ini
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • BEI berencana menghapus batas minimum harga saham Rp50 per lembar pada minggu ketiga atau keempat September 2026.
  • Setelah kebijakan berlaku, saham seluruh emiten dapat diperdagangkan mulai Rp1 per lembar sesuai mekanisme perdagangan BEI.
  • BEI menunggu kesiapan seluruh Anggota Bursa setelah dua kali uji coba; saat ini 83 AB siap dan 8 lainnya belum siap, demi likuiditas serta price discovery lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus batas minimum harga saham Rp50 per lembar alias saham gocap bulan ini. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan kebijakan itu diperkirakan berlaku pada minggu ketiga atau minggu keempat September 2026.

“Diperkirakan minggu ketiga atau akhir September,” kata Jeffrey saat dihubungi IDN Times, Selasa (1/9/2026).

1. Harga saham di BEI bakal diperdagangkan mulai Rp1 per lembar

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dengan penghapusan itu, maka batas minimum harga saham Rp50 per lembar tak lagi berlaku bagi seluruh emiten.

Harga saham di BEI nantinya akan diperdagangkan mulai Rp1 per lembar, sesuai mekanisme perdagangan yang ditetapkan.

2. Menunggu seluruh Anggota Bursa Siap

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sebelum penerapan, BEI telah melakukan uji coba atau mock trading sebanyak dua kali. Hingga saat ini, baru ada 83 Anggota Bursa (AB) yang siap, dan masih ada 8 AB yang belum siap.

“Kami akan live setelah semua AB siap,” kata Jeffrey.

3. Tingkatkan kualitas pembentukan harga saham

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

BEI berharap, kebijakan itu memberikan dampak positif baik dari sisi likuiditas dan peningkatan kualitas pembentukan harga (price discovery).

“(Alasannya) untuk menghadirkan likuiditas dan price discovery yang lebih baik,” ujar Jeffrey.

Curated For You

Editorial Team

Related Article