Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Capai 400 Juta Dolar AS

2 min read
BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Capai 400 Juta Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk sebesar 400 juta dolar AS hingga 21 September 2026, terutama dari global bond pemerintah dan investasi pada Surat Berharga Negara.
  • Arus modal tersebut menopang cadangan devisa Indonesia sebesar 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026, setara pembiayaan 5,4 bulan impor.
  • BI memperluas insentif lindung nilai bagi pinjaman luar negeri bank dan FDI untuk stabilisasi rupiah, yang berada di Rp17.855 per dolar AS pada 22 September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk (net inflow) ke pasar keuangan domestik sebesar 400 juta dolar AS pada kuartal III-2026 hingga 21 September 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, aliran investasi portofolio asing tersebut terutama ditopang oleh penerbitan global bond pemerintah serta aliran dana masuk ke Surat Berharga Negara (SBN).

"Hingga 21 September 2026, tercatat net inflow sebesar 400 juta dolar AS," tutur Destry dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

  1. 1. Aliran modal asing topang penguatan cadangan devisa

    Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

    Masuknya aliran modal asing tersebut turut menopang ketahanan eksternal Indonesia. Hal ini tercermin dari posisi cadangan devisa yang tetap tinggi pada akhir Agustus 2026, yakni sebesar 146,5 miliar dolar AS.

    Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

  2. 2. BI perkuat kebijakan moneter

    Destry Damayanti resmi menjadi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesi (PGS BI).
    Destry Damayanti resmi menjadi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesi (PGS BI). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Menurut Destry, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter, termasuk memperluas insentif untuk mendorong aliran investasi portofolio asing sekaligus memperkuat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA).

    "BI memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai atau Swap Beli Lindung Nilai kepada BI dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)," ujarnya.

  3. 3. Rupiah tercatat melemah 0,78 persen point to point hingga pertengahan September

    ilustrasi seseorang yang memegang beberapa uang kertas rupiah Indonesia
    ilustrasi seseorang yang memegang beberapa uang kertas rupiah Indonesia (pexels.com/Ahsanjaya)

    Jika sebelumnya insentif tersebut hanya mencakup transaksi portfolio inflows, kini cakupannya diperluas ke pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment (FDI). Kebijakan tersebut turut mendukung pergerakan rupiah. Rupiah sempat menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, sebelum kembali mendapat tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian kondisi global.

    Berdasarkan data BI, data hingga 22 September 2026, rupiah tercatat di level Rp17.855 per dolar AS, melemah 0,78 persen secara point to point (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2026. Ke depan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah tetap bergerak stabil dengan dukungan komitmen stabilisasi BI, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, serta prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

    "Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Destry.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More