Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Rilis MCoC Edisi V, Tingkatkan Etika Pasar Keuangan
Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5 persen (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
  • Bank Indonesia meluncurkan Buku Market Code of Conduct (MCoC) edisi V untuk memperkuat etika dan kredibilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian global.
  • Indonesia menjadi negara pertama yang mengadopsi pembaruan ACI FMA Handbook 2026 dan FX Global Code 2024 sebagai standar domestik guna memastikan transaksi pasar berjalan etis dan transparan.
  • BI mendorong sinergi antara otoritas dan pelaku pasar agar penerapan kode etik mendukung target Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Valuta Asing (BPPU) 2030.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 April 2026

Bank Indonesia meluncurkan Buku Market Code of Conduct (MCoC) edisi V atau Brown Book, disaksikan perwakilan APUVINDO dan ACI FMA.

25 April 2026

Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono menjelaskan pentingnya penerapan kode etik pasar keuangan di tengah ketidakpastian global dan menegaskan integritas sebagai kunci pertumbuhan ekonomi nasional.

2024

FX Global Code edisi 2024 diintegrasikan ke dalam MCoC edisi V sebagai bagian dari standar etika pasar keuangan Indonesia.

2026

ACI FMA Handbook 2026 dijadikan acuan utama dalam penyusunan MCoC edisi V, menjadikan Indonesia negara pertama yang mengadopsi pembaruan tersebut ke standar domestik.

2030

BI menargetkan sinergi pelaku pasar dan otoritas untuk mencapai sasaran Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030 melalui implementasi kode etik secara konsisten.

kini

Penerapan kode etik pasar keuangan dianggap krusial untuk menjaga kredibilitas, efisiensi harga, dan kepercayaan investor di tengah dinamika global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bank Indonesia meluncurkan Buku Market Code of Conduct (MCoC) edisi V atau Brown Book sebagai pedoman etika baru bagi pelaku pasar keuangan nasional.
  • Who?
    Peluncuran dilakukan oleh Bank Indonesia, dihadiri Deputi Gubernur Thomas A.M. Djiwandono serta perwakilan APUVINDO dan ACI FMA.
  • Where?
    Kegiatan peluncuran berlangsung di Jakarta dengan disaksikan langsung oleh perwakilan lembaga pasar keuangan domestik dan internasional.
  • When?
    Buku MCoC edisi V resmi dirilis pada 15 April 2026, dengan keterangan tertulis disampaikan pada Sabtu, 25 April 2026.
  • Why?
    Penerbitan dilakukan untuk memperkuat penerapan kode etik pasar keuangan, menjaga kredibilitas, efisiensi pembentukan harga, serta meningkatkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.
  • How?
    MCoC edisi V mengadopsi pembaruan ACI FMA Handbook 2026 dan FX Global Code 2024, mengintegrasikan prinsip etika, transparansi, serta keamanan dalam setiap aktivitas transaksi pasar keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bank Indonesia bikin buku baru namanya Brown Book buat orang-orang yang kerja di pasar uang. Buku itu isinya aturan supaya semua orang jujur dan sopan waktu jual beli uang. Pak Thomas dari Bank Indonesia bilang ini penting biar pasar tetap aman dan orang bisa percaya. Sekarang semua diminta ikut aturan itu terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peluncuran Buku Market Code of Conduct edisi V oleh Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan integritas dan profesionalisme di pasar keuangan. Dengan menjadi negara pertama yang mengadopsi pembaruan standar global, Indonesia menegaskan perannya sebagai pelopor transparansi dan etika, sekaligus memperkuat sinergi antara otoritas dan pelaku pasar menuju industri yang lebih kredibel dan berdaya saing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Buku Market Code of Conduct (MCoC) edisi V atau Brown Book pada 15 April 2026, disaksikan perwakilan Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) serta Association Cambiste Internationale - Financial Markets Association (ACI FMA).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menjelaskan penerapan kode etik oleh pelaku pasar keuangan kini menjadi faktor krusial di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tekanan geopolitik dan dinamika kebijakan ekonomi.

Menurut Thomas, penerapan kode etik tersebut diharapkan mampu memitigasi berbagai risiko di pasar keuangan yang timbul akibat pelanggaran etika maupun penyimpangan perilaku profesional.

"Penerapan kode etik pasar oleh pelaku pasar keuangan menjadi faktor krusial dalam upaya menjaga kredibilitas pasar, efisiensi pembentukan harga, dan kepercayaan investor," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

1. Indonesia jadi pionir adopsi standar global

gedung Bank Indonesia (instagram.com/bank_indonesia)

Thomas menyebut MCoC edisi V memiliki nilai khusus karena Indonesia menjadi negara pertama yang mengadopsi pembaruan ACI FMA Handbook 2026 ke dalam standar domestik. Kebijakan ini juga mengintegrasikan FX Global Code edisi 2024.

Sebagai rujukan bagi pelaku pasar, ACI FMA Handbook 2026 mencakup prinsip utama mengenai fungsi pasar, perilaku personal (personal conduct), persiapan operasional, hingga penggunaan teknologi dan keamanan. Standar ini disusun untuk memastikan setiap transaksi berjalan secara etis, transparan, dan aman.

2. Integritas jadi kunci pertumbuhan ekonomi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) itu menegaskan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada upaya pendalaman pasar keuangan.

Menurutnya, sejalan dengan semakin dalam dan berkembangnya pasar tersebut, diperlukan dukungan penerapan kode etik yang kuat. Hal tersebut dilakukan guna menjaga integritas serta kepercayaan dalam setiap aktivitas pasar keuangan.

"Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada upaya pendalaman pasar keuangan," ujar Thomas.

3. Sinergi capai target BPPU 2030

Kantor pusat Bank Indonesia (BI). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

BI juga mengajak seluruh pelaku pasar keuangan untuk mengimplementasikan kode etik ini secara konsisten dan diiringi komitmen yang kuat. Sinergi antara otoritas dan pelaku pasar diharapkan mampu mewujudkan industri Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) yang lebih aktif dan kompeten.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memenuhi sasaran dalam Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030.

Editorial Team