Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan alasan proyek Lapangan Abadi Blok Masela baru memasuki tahap pembangunan setelah hampir 28 tahun sejak kontrak kerja sama ditandatangani pada 1998.
Menurut Yuliot, pemerintah harus lebih dulu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat pengembangan proyek strategis nasional tersebut. Persoalan itu tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga perizinan hingga penyelesaian dengan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Yuliot kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebelum menghadiri Sidang Kabinet Paripurna.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek LNG Abadi Masela di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis, (16/7/2026).
