Bos Danantara Sebut Yield Dividen BUMN Sangat Baik, Lampaui 10 Persen

- Rosan Roeslani menilai kinerja saham BUMN, terutama sektor perbankan dan pertambangan, masih solid dengan yield dividen yang melampaui 10 persen.
- Ia menyebut valuasi saham Himbara masih tergolong murah karena rasio PBV di bawah 1 kali, membuka peluang kenaikan nilai bagi investor.
- Rosan optimistis pasar modal Indonesia akan terus tumbuh berkat perbaikan regulasi dari OJK dan penyempurnaan sistem di Bursa Efek Indonesia.
Jakarta, IDN Times - CEO Danantara, Rosan Roeslani menyatakan, kinerja saham emiten BUMN, khususnya di sektor perbankan dan pertambangan masih sangat baik. Dia menyampaikan dari sisi imbal hasil atau yield dividen, nilainya sangat baik, bahkan melampaui 10 persen.
Hal itu dia ungkapkan saat konferensi pers usai melakukan kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad; Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari; dan COO Danantara, Dony Oskaria.
“Kalau kita lihat BUMN yang ada di bursa, contohnya Himbara ataupun mineral, itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen. Menurut kami itu sangat-sangat baik,” kata Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
1. Valuasi saham Himbara masih murah

Meski begitu, menurut dia, valuasi saham Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) masih murah atau undervalued. Hal itu dilihat dari rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) bank-bank pelat merah berada di bawah 1 kali.
Sementara dalam kondisi pasar yang normal, rasio PBV sektor perbankan biasanya berada di atas 2 kali hingga 3 kali. Oleh sebab itu, dia menyarankan kondisi saat ini dijadikan peluang bagi investor untuk memahami investasi di bursa saham.
“Kalau kita lihat perbankan dari price to book-nya is below 1 percent. Yang di mana kalau keadaan normal itu above 2, above 3 percent. Jadi definitely there is a potential upside,” tutur dia.
2. Saham BUMN disebut menarik untuk investasi jangka panjang

Rosan pun mengatakan, melihat faktor-faktor di atas, menurutnya saham-saham BUMN baik untuk investasi jangka panjang.
”Approach kita itu bukan harian, approach kita bukan bulanan, approach kita itu jangka panjang,” ujar Rosan.
3. Optimistis pasar modal Indonesia terus tumbuh

Rosan juga meyakini pasar modal Indonesia akan terus tumbuh, seiringan perbaikan-perbaikan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari sisi regulasi, dan penyempurnaan dari BEI.
“Nah bagaimana kita mencoba mengakselerasi perbaikan-perbaikan penyempurnaan yang sudah dilakukan oleh OJK dan bursa,” kata Rosan.

















