Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bos UUS OCBC Ungkap Alasan Belum Lakukan Spin Off dalam Waktu Dekat

Bos UUS OCBC Ungkap Alasan Belum Lakukan Spin Off dalam Waktu Dekat
Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC, Mahendra Koesumawardhana (IDN Times/Pitoko)
Intinya sih...
  • Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC, Mahendra Koesumawardhana memastikan belum ada rencana untuk melakukan spin off menjadi bank umum syariah (BUS).
  • Ada kemungkinan spin off bisa atau tidak dilakukan ketika aset telah mencapai Rp50 triliun. Semua tergantung rencana manajemen, baik OCBC sebagai bank induk, maupun UUS OCBC.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC, Mahendra Koesumawardhana memastikan sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan spin off menjadi bank umum syariah (BUS). Selain karena aturan minimal aset Rp50 triliun belum terpenuhi, Mahendra juga menjelaskan saat ini pihaknya masih ingin memperkuat nasabah OCBC Syariah.

"Saya melihatnya jauh lebih realistis seperti ini. Saat ini nasabah OCBC terutama dan banyak nasabah-nasabah bank lain yang masih menjadi bagian unit usaha syariah, kita sedang memperbaiki customer base kita karena jangan sampai nanti gini, ternyata customer base kita itu tidak benar-benar pure syariah," tutur Mahendra dalam bincang-bincang dengan media, Jumat (13/2/2026).

Mahendra mengaku tak ingin jika nantinya sudah berpisah dari bank induk, para nasabah tersebut tidak ikut dengan OCBC Syariah.

"Kualitas customer base itu yang sedang diperbaiki industri saat ini," ujar dia.

1. Nasabah masih bersikap rasional

Bos UUS OCBC Ungkap Alasan Belum Lakukan Spin Off dalam Waktu Dekat
Ilustrasi OCBC Tower/Dok OCBC

Mahendra menjelaskan, nasabah bank syariah khususnya OCBC Syariah masih banyak yang berpikir rasional. Itu artinya tidak semua nasabah bank syariah ingin mendapatkan keberkahan ketika membuat rekening bank syariah.

"Nasabah kita itu rasional semua. Jangan-jangan saya takutnya masuk (ke syariah) itu cuma gara-gara program, gara-gara insentif yang tinggi, tapi tidak benar-benar mencerminkan pure customer base-nya syariah," ujar Mahendra.

2. Spin off bisa dilakukan tanpa harus menunggu aset Rp50 triliun

Bos UUS OCBC Ungkap Alasan Belum Lakukan Spin Off dalam Waktu Dekat
ilustrasi aset (IDN Times/Aditya Pratama)

Mahendra pun mengungkapkan, ada kemungkinan spin off bisa atau tidak dilakukan ketika aset telah mencapai Rp50 triliun. Semua tergantung rencana manajemen, baik OCBC sebagai bank induk, maupun UUS OCBC.

"Kalau di perjalanan ternyata strategi manajemen, strategi saya ternyata sudah bisa nih untuk spin off saat ini, gak nunggu Rp50 triliun kita akan lakukan itu, tapi kita masih cukup banyak waktu untuk bisa menurbaiki bisnis bank syariah itu di OCBC," kata Mahendra.

3. Total aset UUS OCBC per 2025

Bos UUS OCBC Ungkap Alasan Belum Lakukan Spin Off dalam Waktu Dekat
Ilustrasi OCBC Syariah (dok. OCBC Syariah)

Adapun OCBC mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 yang ditunjukkan dengan capaian pertumbuhan di beberapa indikator. Mahendra mengatakan, sepanjang tahun lalu pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi keuangan syariah yang mudah diakses, selaras dengan prinsip syariah, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi nasabah dan masyarakat.

"Sepanjang 2025, kami mencatatkan kinerja yang solid. Per 31 Desember 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) UUS OCBC tumbuh 27 persen secara tahunan (yoy )menjadi Rp10,9 triliun, sementara total aset meningkat 20 persen yoy menjadi Rp13,2 triliun," tutur Mahendra.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2026

13 Feb 2026, 16:35 WIBBusiness