Jelang Imlek, Rupiah Tumbang ke Level Rp16.836 per Dolar AS

- Kurs rupiah melemah tipis 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.836 per dolar AS pada penutupan perdagangan sore ini.
- Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/2), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.844 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah gagal mengungguli dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan atau Jumat (13/2/2026).
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah melemah tipis 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.836 per dolar AS pada penutupan perdagangan sore ini. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026), kurs rupiah melemah 42 poin atau 0,25 persen ke level Rp16.828 per dolar AS.
1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI
Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/2), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.844 per dolar AS.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada Kamis (12/2/2026) yang berada pada level Rp16.826 per dolar AS.
2. Penyebab pelemahan dolar AS hari ini
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, salah satu pemicu penguatan dolar AS hari ini adalah karena data tenaga kerja AS bulan Januari yang menunjukkan resiliensi.
"Ketidakpastian mengenai pemotongan suku bunga AS di masa mendatang menjadi beban utama bagi harga logam, terutama setelah data penggajian menunjukkan beberapa tanda ketahanan di pasar tenaga kerja pada bulan Januari. Dolar AS pulih dari titik terendah mingguan setelah data penggajian non-pertanian pada hari Rabu," tutur Ibrahim dalam pernyataan resminya, Jumat sore.
Di dalam negeri, pelonggaran kebijakan moneter berpotensi masih akan berlanjut seiring tren inflasi global yang mereda dan sikap bank sentral dunia yang cenderung tetap akomodatif.
"Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai keberlanjutan konsumsi swasta serta efektivitas realisasi investasi. Namun, dalam jangka menengah, Indonesia dinilai memiliki fundamental yang kuat," ujar Ibrahim.
3. Proyeksi pergerakan rupiah pekan depan
Ibrahim pun memproyeksikan rupiah masih akan melemah pada perdagangan awal pekan depan yang jatuh pada Rabu (18/2/2026) lantaran ada cuti bersama dan libur Imlek.
"Untuk perdagangan awal pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp16.830-Rp16.860," kata dia.
















