Parlemen AS Sepakat Cabut Tarif Dagang Trump buat Kanada

- Donald Trump marah anggota Partai Republik ikut setuju
- Pembatalan tarif Donald Trump merupakan upaya parlemen AS untuk menjaga hubungan dengan Kanada
- Tarif dagang untuk Kanada malah berdampak buruk terhadap ekonomi AS
Jakarta, IDN Times - Parlemen Amerika Serikat sepakat mencabut tarif dagang yang diberikan Donald Trump kepada Kanada. Kesepakatan itu diraih dalam proses pemungutan suara yang digelar pada Rabu (11/2/2026).
Dalam voting tersebut, 219 anggota parlemen AS setuju membatalkan tarif Trump untuk Kanada. Enam anggota parlemen dari Partai Republik, partai pendukung Trump di pemerintahan, juga ikut setuju.
Sementara itu, 211 anggota parlemen lainnya menyatakan tidak setuju. Mereka tetap mendukung Trump untuk memberlakukan tarif dagang tinggi kepada Kanada dengan dalih untuk mengamankan perekonomian nasional.
Table of Content
1. Donald Trump marah anggota Partai Republik ikut setuju

Persetujuan anggota Partai Republik untuk mencabut tarif dagang terhadap Kanada ini menuai kecaman dari Donald Trump. Dalam pernyataannya, ia mengancam semua anggota Partai Republik, baik yang ada di senat maupun di parlemen, akan menanggung hukuman berat imbas langkah tersebut.
“Setiap anggota Partai Republik, baik di DPR maupun Senat, yang memilih menentang tarif akan menanggung konsekuensi serius pada saat Pemilu. Itu termasuk pemilu pendahuluan! Tarif telah memberi kita Keamanan Ekonomi dan Nasional. Seharusnya, tidak ada anggota Partai Republik yang bertanggung jawab atas penghancuran hak istimewa ini,” tulis Trump di Truth Social.
“Kanada telah memanfaatkan Amerika Serikat dalam perdagangan selama bertahun-tahun. Mereka termasuk yang terburuk di dunia untuk diajak kerja sama, terutama terkait perbatasan utara kita. Tarif membuat kita menang dengan mudah. Partai Republik harus mempertahankannya!” lanjut Trump.
2. Pembatalan tarif Donald Trump merupakan upaya parlemen AS untuk menjaga hubungan dengan Kanada

Proses voting pembatalan tarif dagang Amerika Serikat untuk Kanada ini berawal ketika terjadi sedikit kericuhan dalam sidang parlemen pada Rabu lalu. Saat itu, Ketua Parlemen AS, Mike Johnson, berupaya menggagalkan diskusi parlemen soal tarif dagang Trump untuk Kanada.
Langkah tersebut dilakukan karena Johnson mendukung kebijakan tarif Trump untuk negara-negara mitra dagang, termasuk untuk Kanada. Apalagi, Johnson juga merupakan salah satu pendukung setia Trump di pemerintahan.
Melihat hal tersebut, salah satu anggota parlemen dari Partai Demokrat, Gregory Meeks, langsung mengajukan voting soal pembatalan tarif dagang untuk Kanada. Usulan voting tersebut pun didukung oleh sebagian besar anggota parlemen, termasuk anggota dari Partai Republik.
3. Tarif dagang untuk Kanada malah berdampak buruk terhadap ekonomi AS

Sejak menjabat lagi sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari 2025, Donald Trump memang kerap memberikan tarif dagang tinggi kepada Kanada. Baru-baru ini, Trump juga mengancam akan memberikan tarif 100 persen untuk barang-barang impor dari negara tersebut. Ancaman itu dilontarkan sebagai bentuk protes Trump karena Kanada menjalin kerja sama dagang dengan China.
Menurut parlemen AS, kebijakan proteksionis tersebut sebetulnya justru berdampak buruk terhadap ekonomi. Sebab, kenaikan tarif barang impor yang diberikan Trump terhadap Kanada dan negara-negara lainnya malah akan membuat harga barang jadi naik. Selain itu, kebijakan tersebut juga akan membuat mitra-mitra dagang AS beralih ke negara lain untuk melakukan kerja sama dagang yang lebih menguntungkan.
"Tarif-tarif ini tidak hanya sangat merugikan hubungan kita dengan Kanada, mendorong mereka lebih dekat ke China, tetapi juga telah menaikkan harga di dalam negeri," kata Gregory Meeks sebelum pemungutan suara, seperti dilansir The Guardian.
“Tarif telah memberikan dampak negatif bagi perekonomian dan merupakan pajak signifikan yang dibayarkan oleh konsumen, produsen, dan petani Amerika (Serikat)," ujar anggota parlemen AS dari Partai Republik, Dan Bacon.

















