Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berawal dari Jeans Bekas, Usaha Erna Tembus Pameran Inacraft 2026

WhatsApp Image 2026-02-13 at 2.48.01 PM.jpeg
Erna Prilyani, nasabah PNM Mekaar yang merupakan pendiri usaha tas berbahan jeans bekas yang dikenal dengan nama DenCraft. (dok. PNM)
Intinya sih...
  • Erna Prilyani memulai usaha tas berbahan jeans bekas yang dikenal dengan nama DenCraft.
  • Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat kepercayaan lebih luas hingga berhasil masuk Inacraft 2026.
  • DenCraft tidak hanya membantu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan keberanian untuk bangkit.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 menjadi masa sulit bagi banyak pelaku usaha kecil. Namun di tengah keterbatasan itu, Erna Prilyani justru menemukan titik balik. Dari rumahnya di Kartasura, Solo, ia memulai usaha tas berbahan jeans bekas yang kini dikenal dengan nama DenCraft.

Berbekal hobi menjahit sejak remaja dan dukungan pendampingan dari PNM Mekaar, usaha kecil tersebut perlahan berkembang hingga menembus pameran kerajinan nasional Inacraft 2026 di Jakarta.

Awalnya, semua dijalani dengan penuh keraguan. Erna sempat tidak yakin apakah hobi menjahitnya bisa benar-benar menopang kebutuhan keluarga. “Waktu itu yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan,” ujarnya. Dengan peralatan seadanya, ia mulai menjahit dari rumah, memanfaatkan bahan yang mudah didapat dan nyaris tak bernilai.

1. Mendapat pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk

Gedung PNM (dok. PNM)
Gedung PNM (dok. PNM)

Berangkat dari hobi yang telah ia tekuni sejak remaja, Erna melihat tumpukan denim tak terpakai sebagai peluang. Satu per satu potongan kain ia rangkai, untuk menghasilkan produk. “Kadang saya menjahit sampai malam, capek, tapi justru di situ saya merasa punya pegangan,” katanya. Dari proses itu, lahirlah DenCraft, usaha kecil yang perlahan menemukan bentuk, identitas, dan pasarnya sendiri.

Perjalanan membangun DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder ketika melihat produk lain yang sudah lebih rapi dan modern. Melalui pendampingan usaha yang ia terima sebagai nasabah PNM Mekaar, ia mulai belajar memperbaiki kualitas produksi dan memperluas cara pandangnya terhadap usaha. “Saya sempat berpikir, apa produk saya cukup bagus? Tapi saya belajar, kualitas itu bisa dilatih, asal mau terus belajar,” ungkapnya.

2. Berhasil masuk Inacraft 2026

PNM) kembali mengajak nasabah PNM Mekaar unggulan untuk berpartisipasi dalam International Handicraft Trade Fair INACRAFT 2024. (Dok. PNM)
PNM) kembali mengajak nasabah PNM Mekaar unggulan untuk berpartisipasi dalam International Handicraft Trade Fair INACRAFT 2024. (Dok. PNM)

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat kepercayaan lebih luas. Kesempatan besar datang ketika Erna untuk pertama kalinya bisa membawa karyanya ke ajang pameran kerajinan berskala nasional, Inacraft 2026 di Jakarta. “Waktu itu saya diajak PNM ikut pameran nasional, rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia menyadari bahwa apa yang dimulai dari rumah kecil di Solo ternyata mampu berbicara di panggung yang lebih besar. “Saya ingin usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,” katanya.

3. Pemberdayaan bukan sekadar soal hasil akhir

Pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar yang berjualan di PNM Liga Nusantara 2024/2025. (dok. PNM)
Pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar yang berjualan di PNM Liga Nusantara 2024/2025. (dok. PNM)

Kini, DenCraft tidak hanya membantu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan keberanian untuk bangkit. Dari bahan sederhana dan proses yang panjang, Erna membuktikan bahwa pemberdayaan bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan tentang perjalanan menemukan kembali kepercayaan diri dan masa depan yang lebih mandiri. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More

Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2026

13 Feb 2026, 16:35 WIBBusiness