Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Brantas Abipraya Rampungkan Proyek Sekolah Indonesia Kuala Lumpur
Potret Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Kuala Lumpur, Malaysia. (Dok. Brantas Abipraya)
  • Brantas Abipraya merampungkan pembangunan dan pengembangan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada Mei 2026, setelah proyek seluas sekitar 5.600 meter persegi dikerjakan selama satu tahun.
  • Gedung empat lantai dengan satu basement ini menyediakan ruang belajar TK-SMA, laboratorium, hall, sport hall, musholla, food hall, serta parkir untuk mendukung kegiatan siswa.
  • SIKL di bawah naungan KBRI Kuala Lumpur ditargetkan menampung hingga 800 siswa, memperluas akses pendidikan bagi anak WNI, termasuk keluarga Pekerja Migran Indonesia di Malaysia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pembangunan dan pengembangan fasilitas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Kuala Lumpur, Malaysia.

SIKL sudah mulai aktif digunakan sebagai pusat pendidikan bagi putra-putri Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

1. Rampung dibangun dalam satu tahun

Potret Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Kuala Lumpur, Malaysia. (Dok. Brantas Abipraya)

Proyek pembangunan SIKL memiliki total luas bangunan sekitar 5.600 meter persegi, dengan bangunan tertinggi mencapai empat lantai dan satu basement. Pembangunan dimulai pada Mei 2025 dan diselesaikan pada Mei 2026.

Sebagai bagian dari pembangunan fasilitas pendidikan Indonesia di luar negeri, SIKL dilengkapi berbagai sarana untuk menunjang kegiatan belajar, pengembangan karakter, hingga aktivitas sosial dan olahraga siswa. Fasilitas tersebut antara lain ruang kelas dari jenjang TK hingga SMA, laboratorium, ruang guru, ruang komite dan tata usaha, food hall, hall, sport hall, musholla, serta area parkir basement.

2. Bisa tampung 800 siswa

Potret Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Kuala Lumpur, Malaysia. (Dok. Brantas Abipraya)

Pembangunan fasilitas ini dilaksanakan oleh Brantas Abipraya sebagai bagian dari penugasan pembangunan infrastruktur pemerintah, dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Prasarana Strategis sebagai pemberi kerja.

SIKL merupakan pengguna fasilitas yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. SIKL ditargetkan mampu menampung hingga 800 siswa, sehingga dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak WNI yang tinggal maupun bekerja di Malaysia.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan penyelesaian pembangunan SIKL merupakan wujud kontribusi Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan.

“Di balik setiap ruang kelas dan fasilitas yang kami bangun, terdapat harapan agar anak-anak Indonesia di Malaysia dapat memperoleh ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang serta meraih cita-cita,” ujar Dian dikutip Rabu, (2/9/2026).

3. SIKL bisa penuhi kebutuhan pendidikan PMI di Malaysia

Potret Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Kuala Lumpur, Malaysia. (Dok. Brantas Abipraya)

Kehadiran fasilitas baru SIKL juga memperkuat peran sekolah tersebut sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan Indonesia di Malaysia. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut SIKL memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, termasuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun WNI yang tinggal di negara tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, Dubes RI untuk Malaysia, Iman Hascarya juga menekankan pentingnya keberadaan SIKL dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Malaysia. Pada apel perdana di gedung baru tersebut, ia menyampaikan harapan agar fasilitas baru dapat memberikan semangat baru bagi siswa dan mendukung kemajuan pendidikan dasar bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.

Dengan rampungnya pembangunan SIKL, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang memberikan nilai tambah sosial dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa sebuah karya konstruksi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh generasi yang akan datang. SIKL adalah salah satu karya tersebut, sebuah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membawa nama Indonesia di kancah global,” tutur Dian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article