Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BUMN Brantas Abipraya Garap Proyek BRT di Bandung, buat Atasi Macet

BUMN Brantas Abipraya Garap Proyek BRT di Bandung, buat Atasi Macet
Desain proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung. (dok. Brantas Abipraya)
Intinya Sih
  • PT Brantas Abipraya ditunjuk menggarap proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung untuk mengurai kemacetan dengan membangun jalur khusus, halte baru, dan revitalisasi trotoar.
  • Selama konstruksi di jalur padat kota, diterapkan manajemen lalu lintas bertahap serta standar K3 guna menjaga keselamatan dan meminimalkan gangguan bagi masyarakat.
  • Proyek BRT diharapkan mendorong pergerakan ekonomi lokal, sementara warga dapat menyampaikan masukan melalui kanal pengaduan yang disediakan Brantas Abipraya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN sektor karya dilibatkan dalam proyek infrastruktur transportasi massal di kawasan Bandung Raya, Jawa Barat.

Proyek tersebut adalah penyediaan bus dan pembangunan infrastruktur fisik Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung yang ditargetkan menjadi solusi pengurai kemacetan perkotaan.

1. Pengerjaan mencakup revitalisasi jalur dan trotoar

88883b58-c5cf-4da6-bca6-6679e7115991.jpeg
Desain proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung. (dok. Brantas Abipraya)

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana mengatakan pihaknya berperan sebagai kontraktor pelaksana yang akan membangun fasilitas jalur khusus (on corridor), halte-halte baru, serta melakukan perkerasan jalan.

Selain fasilitas bagi angkutan umum, proyek itu juga menyasar perbaikan hak pejalan kaki di sekitar koridor bus.

"Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan fasilitas jalur on corridor, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi publik maupun pejalan kaki," ujar Dian dikutip Jumat, (19/6/2026).

2. Dilakukan manajemen lalu lintas selama konstruksi

IMG_7434.png
Kantor pusat PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)

Mengingat pengerjaan proyek ini dilakukan di jalur aktif perkotaan yang padat, potensi gangguan arus lalu lintas menjadi perhatian utama. Brantas Abipraya menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap untuk meminimalisir dampak terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Selain itu, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan lewat pemasangan rambu-rambu pekerjaan, pengaturan zona kerja, hingga penyediaan jalur pedestrian sementara.

Perusahaan juga telah menggelar kegiatan sosialisasi kepada warga yang terdampak langsung di koridor proyek, salah satunya dilakukan di wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul pada Sabtu, (15/6/2026).

3. Ditargetkan dongkrak perekonomian setempat

fb153111-47a0-4dea-b8a5-7eff6f8aff03.jpeg
Desain proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung. (dok. Brantas Abipraya)

Salah satu perwakilan warga setempat, Suherman mengatakan, kehadiran BRT bisa mengurai kemacetan di daerah tersebut. Proyek itu diharapkan tak cuma mempercantik kota, tetapi memberikan dampak nyata buat pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.

"Kami berharap dengan adanya BRT ini selain dapat mengurai kemacetan, juga dapat mengangkat dampak ekonomi untuk daerah sekitar," ujar Suherman.

Brantas Abipraya membuka ruang komunikasi dan membuka mekanisme layanan pengaduan aktif bagi publik. Melalui kanal tersebut, warga dapat menyampaikan laporan, saran, maupun masukan secara langsung apabila menemukan kendala di lapangan selama proses konstruksi berlangsung.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More