Jakarta, IDN Times - Anak usaha Perum Bulog, PT Gendhis Multi Manis (GMM), yang bergerak di bidang produksi gula melakukan pertemuan dengan para petani Blora, Jawa Tengah untuk membahas kendala penyerapan tebu.
Pabrik Gula (PG) GMM sendiri tak beroperasi sejak musim giling tahun lalu, dan berlanjut sampai tahun ini. Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Blora, kondisi itu menyebabkan kerugian hingga Rp500 miliar, karena sekitar 30 ribu petani kebingungan menjual hasil produksi tebunya.
Menindaklanjuti hal tersebut, PT GMM membentuk tim untuk membantu proses pengalihan pengiriman tebu petani ke sejumlah pabrik gula lain di sekitar Blora, dan juga di luar daerah agar hasil panen petani tetap dapat terserap.
“Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses penyerapan dan pengalihan tebu petani ke pabrik gula lainnya. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani,” kata Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti dikutip dari keterangan resmi, Senin (1/6/2026).
