Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cadangan Devisa Naik, Rupiah Menguat Tipis

Cadangan Devisa Naik, Rupiah Menguat Tipis
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Rupiah ditutup menguat tipis 2 poin atau 0,01 persen ke Rp17.640 per dolar AS, setelah pagi hari sempat melemah ke Rp17.663.
  • Penguatan didorong kenaikan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 menjadi 146,5 miliar dolar AS, dari 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli.
  • Pelaku pasar tetap mencermati dampak penanganan bencana dan abu vulkanik Anak Krakatau; analis memproyeksikan rupiah berfluktuasi lalu melemah dalam rentang Rp17.640-Rp17.680.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (14/8/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat tipis, 2 poin atau 0,01 persen ke Rp17.640 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.663 per dolar AS.

  1. 1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

    Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.653 per dolar AS.

    Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (4/9/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.

  2. 2. Pelaku pasar respons positif posisi cadev yang naik

    Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah terhadap dolar AS sore ini didorong kenaikan cadangan devisa pada Agustus 2026.

    Berdasarkan data BI, cadangan devisa Indonesia naik menjadi 146,5 miliar dolar AS atau Rp2.593 triliun. Adapun posisi cadangan devisa akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS atau Rp2.571 triliun.

    Namun, penguatan yang hanya sedikit itu disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang masih mencermati penanganan bencana di Indonesia, termasuk soal penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

    “Pelaku pasar akan mencermati penanganan bencana sambil terus menghitung potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi, terutama jika gangguan transportasi dan dibatasinya aktivitas luar rumah berlangsung lebih lama,” tutur Ibrahim dalam keterangannya.

  3. 3. Rupiah diprediksi melemah besok

    Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah kembali melemah pada perdagangan besok, Selasa (8/9/2026).

    “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.640 - Rp17.680,” ujar Ibrahim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More