- Letakkan tahun pada baris paling atas di kolom tanggal. Pada bagian ini hanya perlu ditulis sekali per halaman kecuali terjadi pergantian tahun.
- Catat bulan pada baris kedua dalam kolom yang sama, cukup sekali saja setiap halaman kecuali jika bulannya berubah.
- Tuliskan tanggal pada baris kedua di bagian kolom kecil setiap kali ada transaksi baru yang dimasukkan.
Contoh Jurnal Umum, Fungsi, dan Cara Membuatnya untuk Pemula

- Jurnal umum mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan secara kronologis, mencantumkan akun, nominal, serta posisi debit dan kredit untuk mendukung pengelolaan laporan keuangan.
- Format jurnal umum dua kolom memuat tanggal, keterangan, referensi akun, debit, dan kredit; pencatatan dilakukan dengan mengidentifikasi akun serta merangkum transaksi.
- Jurnal umum berfungsi menyediakan informasi, menganalisis dampak debit-kredit, merekam riwayat transaksi, memberi instruksi ke buku besar, dan mendokumentasikan perubahan keuangan.
Contoh jurnal umum bisa dijadikan referensi buat kamu yang baru mau coba buat sendiri. Secara definisi, jurnal umum akuntansi digunakan untuk mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyertakan akun yang mendebit dan mengkredit.
Agar hasilnya akurat, pastikan kamu mengikuti format jurnal umum yang benar. Bagi kamu yang ingin mencoba membuatnya, yuk simak contoh jurnal serta panduan lengkapnya berikut ini!
Table of Content
1. Pengertian Jurnal Umum

ilustrasi menghitung akuntansi (pexels.com/Karola G) Jurnal umum merupakan catatan yang berfungsi untuk merekam seluruh bukti transaksi finansial perusahaan secara kronologis berdasarkan tanggal kejadian dalam periode tertentu.
Di dalam pencatatan ini, setiap aktivitas transaksi dirinci dengan memuat nama akun, kelompok akun, serta besaran nominalnya ke dalam kolom debit atau kredit agar memudahkan pengelolaan laporan keuangan bagi kepentingan pihak internal maupun eksternal.
2. Contoh Jurnal Umum

Ilustrasi kuliah jurusan akuntansi (freepik.com/freepik) Format jurnal umum yang biasa digunakan ialah jurnal dua kolom. Jurnal ini terdiri dari beberapa bagian seperti tanggal transaksi, keterangan, referensi akun, serta kolom debit dan kredit.
Berikut adalah format yang digunakan:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Berikut contoh jurnal umum yang bisa kamu gunakan sebagai referensi.

Ilustrasi contoh jurnal umum (dok. IDN Times/Alvin Setiawan) 3. Cara Membuat Jurnal Umum

ilustrasi akuntansi (unsplash.com/@kellysikkema) Saat pembuatan jurnal umum, pastikan kamu mengikuti format yang ada. Hal ini penting untuk memastikan proses menulis jurnal atau journalizing berjalan lancar. Berikut langkah-langkah membuat jurnal umum.
1. Catat Tanggal Transaksi
2. Tulis Nama Akun
Cantumkan nama akun yang akan didebit dengan posisi agak menjorok ke sebelah kanan serta sejajar lurus dengan garis kolom tanggal.
3. Susun Keterangan Transaksi
Buatlah ringkasan penjelasan terkait transaksi agar pembaca atau pihak lain bisa dengan mudah mengerti jenis transaksi yang sedang berlangsung.
4. Isi Kolom Referensi (Ref)
Cantumkan nomor atau kode akun yang disesuaikan secara tepat dengan penggolongan akun tersebut.
5. Isi Nilai Nominal Transaksi
Masukkan jumlah uang ke kolom debit untuk transaksi yang bersangkutan, kemudian lakukan langkah yang sama pada kolom kredit apabila diperlukan.
6. Hitung Total dan Perpindahan Halaman
Lakukan penjumlahan pada seluruh nilai debit dan kredit setelah semua transaksi selesai dimasukkan, lalu teruskan pencatatan pada lembar berikutnya apabila masih ada sisa transaksi.
4. Fungsi Jurnal Umum

Keuangan Analisis Akuntansi (pixabay.com/Mohamed_hassan) Jurnal umum memiliki beberapa fungsi penting yang perlu kamu ketahui, berikut di antaranya:
1. Fungsi Informatif
Catatan transaksi di dalam jurnal umum menyajikan berbagai informasi serta penjelasan terperinci mengenai bukti-bukti transaksi keuangan yang berlangsung di dalam entitas bisnis.
2. Fungsi Analisis
Seluruh pencatatan transaksi yang dimasukkan ke dalam jurnal merupakan wujud hasil analisis mendalam terkait posisi debit dan kredit yang terdampak, yang mencakup pengklasifikasian nama akun, penentuan posisi debit-kredit, hingga besaran nominal transaksi.
3. Fungsi Historis
Jurnal umum berfungsi merekam seluruh kejadian transaksi secara berurutan berdasarkan kronologi waktu setiap harinya secara sistematis dan terus-menerus.
4. Fungsi Instruksi
Pencatatan dalam jurnal ini tidak sekadar berfungsi sebagai arsip dokumen, melainkan bertindak sebagai instruksi atau petunjuk resmi mengenai pendebitan dan pengkreditan akun saat memproses data ke buku besar.
5. Fungsi Pencatatan
Seluruh aktivitas operasional keuangan wajib dicatat terlebih dahulu ke dalam jurnal umum agar segala bentuk perubahan pada pendapatan, modal, kekayaan, maupun biaya dapat terangkum dengan baik demi kelancaran penyusunan laporan keuangan.
Itulah contoh jurnal umum beserta cara membuatnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu!



















