Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cadangan Devisa RI Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus

Cadangan Devisa RI Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026. Angka tersebut naik dari posisi akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.

"Perkembangan posisi cadangan devisa Agustus 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI merespons ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

  1. 1. Cadangan devisa cukup untuk 5,4 bulan impor

    Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)
    Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

    Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

    "Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Ramdan.

  2. 2. BI andalkan cadangan devisa dan aliran modal asing

    Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5 persen (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
    Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5 persen (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

    ​BI optimistis ketahanan sektor eksternal Indonesia akan terus terjaga. Keyakinan tersebut didorong oleh ketersediaan cadangan devisa yang mencukupi serta berlanjutnya arus modal asing masuk.

    "Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," tuturnya.

  3. 3. BI perkuat sinergi dengan pemerintah

    Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id
    Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id

    Guna menjaga ketahanan eksternal, BI berkomitmen mempererat kerja sama dengan pemerintah. ​Sinergi itu difokuskan untuk memelihara stabilitas perekonomian nasional demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    "Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Ramdan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More