Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

INALUM Perkuat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Mempawah

INALUM Perkuat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Mempawah
Seorang pekerja mengendarai forklift mengangkut ingot yang diproduksi PT Inalum di Smelter Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (2/9/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Penguatan dilakukan dengan mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup Mineral Industri Indonesia (MIND ID) ke sekitar wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Tim gabungan berasal dari INALUM, ANTM, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

  1. 1. Keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan

    IMG-20260907-WA0015.jpg
    PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (dok/Istimewa).

    Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

    "Ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif," kata Melati.

  2. 2. Penanganan karhutla di Mempawah menghadapi tantangan karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut

    IMG-20260907-WA0014.jpg
    PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Dok/Istimewa).

    Selain mengerahkan personel, penanganan karhutla juga diperkuat dengan penyediaan peralatan pemadaman, perlengkapan keselamatan, dukungan medis, fasilitas kesehatan darurat, dan alat pelindung diri (APD).

    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo juga menambahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk mendukung penanganan di lapangan. Sementara itu, Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, mengatakan penanganan karhutla di Mempawah menghadapi tantangan karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut.

    Menurut dia, api di lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meski kobaran api di atas tanah telah padam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan secara berulang.

    "Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang," ujar Darwin.

    INALUM menyatakan akan terus bersinergi dengan Grup MIND ID, pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di masa mendatang.

  3. 3. Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak

    IMG-20260907-WA0014.jpg
    PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Dok/Istimewa).

    Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Grup MIND ID turut turun tangan untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

    "Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan aktivitas masyarakat," ujar Maroef saat meninjau daerah terdampak di Mempawah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More