Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mudah Membuat Konten Marketing yang Menarik Selama Bulan Ramadan
ilustrasi konten behind the scene (pexels.com/pexels)
  • Ramadan jadi momen strategis bagi bisnis karena perubahan pola konsumsi dan aktivitas audiens, sehingga konten marketing perlu disesuaikan agar lebih relevan dan efektif.
  • Kunci utama keberhasilan konten Ramadan adalah pendekatan emosional, edukatif, serta penggunaan format interaktif seperti video pendek untuk meningkatkan engagement audiens.
  • Promosi sebaiknya dilakukan dengan cara halus dan humanis agar membangun kepercayaan jangka panjang, bukan sekadar mengejar penjualan musiman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan selalu jadi momen emas bagi banyak bisnis. Pola konsumsi berubah, jam aktif audiens bergeser, dan kebutuhan pasar meningkat di kategori tertentu. Jika dimanfaatkan dengan tepat, konten marketing selama Ramadan bisa meningkatkan engagement sekaligus penjualan.

Namun membuat konten Ramadan tidak cukup hanya menambahkan ucapan “Selamat Berpuasa”. Dibutuhkan strategi agar konten tetap relevan, menyentuh emosi, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Berikut lima cara mudah yang bisa kamu terapkan.

1. Sesuaikan jam posting dengan pola aktivitas Ramadhan

ilustrasi bisnis daging (pexels.com/Garrison Gao)

Selama Ramadan, jam aktif audiens biasanya bergeser ke waktu sahur, menjelang berbuka, dan setelah tarawih. Manfaatkan momen ini untuk mengunggah konten agar peluang dilihat lebih besar.

Konten sahur bisa berupa tips praktis, sedangkan konten menjelang berbuka bisa berisi promo atau pengingat produk. Dengan memahami ritme harian audiens, kontenmu akan terasa lebih relevan dan tepat waktu.

2. Angkat tema yang dekat dengan emosi

ilustrasi bisnis food truck (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Ramadan identik dengan kebersamaan, berbagi, dan refleksi diri. Konten yang menyentuh nilai-nilai tersebut cenderung lebih mudah mendapat respons positif. Cerita sederhana tapi relatable sering kali lebih kuat daripada promosi agresif.

Kamu bisa mengangkat kisah pelanggan, perjalanan bisnis, atau momen kebersamaan tim. Pendekatan emosional akan membangun koneksi yang lebih dalam dengan audiens.

3. Buat konten edukatif yang bermanfaat

ilustrasi konten edukasi (pexels.com/pexels)

Selain promosi, audiens juga menyukai konten yang memberi nilai tambah. Misalnya tips sahur sehat, cara hemat belanja Ramadan, atau inspirasi menu berbuka. Konten edukatif membuat brand terlihat peduli dan tidak hanya fokus jualan.

Semakin bermanfaat kontenmu, semakin besar kemungkinan dibagikan ke orang lain. Ini bisa meningkatkan jangkauan secara organik tanpa harus mengandalkan iklan berbayar.

4. Manfaatkan format video pendek dan interaktif

ilustrasi konten daily vlog (pexels.com/pexels)

Video pendek, polling, dan kuis ringan sangat efektif selama Ramadan. Audiens cenderung menyukai konten yang cepat dikonsumsi, terutama saat waktu luang terbatas. Format interaktif juga meningkatkan engagement.

Kamu bisa membuat challenge sederhana atau tanya jawab seputar kebiasaan Ramadan. Konten yang melibatkan audiens akan membuat brand terasa lebih hidup dan dekat.

5. Tetap sisipkan promo dengan pendekatan halus

ilustrasi saat proses membuat konten (pexels.com/pexels)

Ramadan memang momentum penjualan, tetapi promosi yang terlalu agresif bisa terasa kurang nyaman. Gunakan pendekatan soft selling dengan narasi yang lebih humanis.

Misalnya, fokus pada solusi yang produkmu tawarkan selama bulan puasa. Ketika audiens merasa dibantu, bukan ditekan untuk membeli, keputusan transaksi akan datang secara lebih natural.

Konten marketing selama Ramadan sebaiknya tidak hanya mengejar angka penjualan. Bangun komunikasi yang hangat, relevan, dan bermanfaat agar brand semakin dipercaya. Momentum ini bisa jadi investasi hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Dengan strategi yang tepat dan konsistensi dalam eksekusi, Ramadan bukan hanya musim promo, tetapi juga kesempatan memperkuat positioning bisnis. Fokus pada nilai, maka hasilnya akan mengikuti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team