Cerita Purbaya Bantu Hyundai saat Jadi Anak Buah Menteri Segala Urusan

- Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan perannya dalam memfasilitasi investasi Hyundai saat bertugas di Kemenko Kemaritiman.
- Hyundai disebut mendapat dukungan pemerintah untuk pembangunan pabrik, dengan proses hingga groundbreaking sekitar empat bulan.
- Purbaya meminta penjelasan perwakilan Hyundai mengenai realisasi komitmen dan produksi kendaraan listrik di Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan perannya saat masih menjabat di Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dalam memfasilitasi investasi Hyundai di Indonesia.
Saat itu, Purbaya menyebut dirinya masih menjadi anak buah Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang kerap disebutnya sebagai menteri segala urusan.
1. Purbaya sebut Hyundai minta dukungan penuh

Purbaya mengatakan, ketika Hyundai datang untuk berinvestasi di Indonesia, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) itu meminta dukungan pemerintah agar pembangunan pabrik bisa berjalan.
Menurut dia, pemerintah saat itu menyatakan siap membantu kebutuhan Hyundai agar proses investasi bisa segera terealisasi. Purbaya menyebut sejak kedatangan Hyundai hingga pelaksanaan groundbreaking pabrik hanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
"Jadi sejak dia datang sampai groundbreaking cuman butuh 4 bulan, gratis lagi. Ya kan, gratis ya?" ujar Purbaya.
2. Perizinan Hyundai diurus lewat koordinasi antarkementerian

Purbaya menjelaskan percepatan investasi Hyundai dilakukan dengan mengoordinasikan berbagai kementerian yang berkaitan dengan proses perizinan. Dia mengatakan, Hyundai tidak perlu mendatangi satu per satu instansi untuk mengurus kebutuhan investasi.
Pemerintah yang mengundang kementerian terkait untuk menyelesaikan berbagai keperluan. Mulai dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kementerian yang mengurus izin impor, kementerian yang menangani urusan industri, hingga Kementerian Keuangan untuk urusan perpajakan.
"Jadi semuanya perizinan, perizinan semua diurus di kantor kami. Hyundai hanya datang ke tempat kita," paparnya.
3. Purbaya tagih realisasi komitmen Hyundai di industri EV

Purbaya menyinggung komitmen Hyundai mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Dia mempertanyakan sejauh mana realisasi investasi kendaraan listrik Hyundai. Dia meminta perwakilan Hyundai yang hadir menjelaskan perkembangan realisasi produksi kendaraan listrik di Indonesia.
"Anda udah bikin EV berapa di sini? Berapa persen? Dulu katanya waktu invest, janji mau bikin pabrik EV-nya, udah berapa persen sekarang? Ayo teriak! Hah? Belum" kata Purbaya.


















