Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Ikut Rapat KSSK, Ini yang Dibahas Bareng Purbaya

Danantara Ikut Rapat KSSK, Ini yang Dibahas Bareng Purbaya
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Kemenkeu akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menentukan apakah Saldo Anggaran Lebih tetap ditempatkan di perbankan atau dikembalikan ke bank sentral.
  • Dalam rapat KSSK, Danantara menyampaikan kondisi likuiditas perbankan; Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS sepakat kebijakan SAL tidak boleh mengganggu likuiditas.
  • Penyesuaian dana SAL akan mengikuti kebutuhan dan arahan BI, dengan acuan bersama yang telah disepakati pemerintah dan bank sentral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah masih akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terkait arah penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL), apakah tetap berada di sistem perbankan atau dikembalikan ke bank sentral.

Dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) turut hadir dan menyampaikan kondisi likuiditas sistem perbankan yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan kebijakan SAL.

"Jadi dalam rapat KSSK kemarin itu ada Danantara juga, mereka mengemukakan kondisi likuiditas sistem perbankan yang harus kita pertimbangkan," kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (3/8/2026).

1. KSSK pastikan likuiditas bank tetap terjaga

ilustrasi bank
ilustrasi bank (vecteezy.com/MUHAMMAD NUR)

Purbaya mengatakan KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat untuk menjaga agar kebijakan terkait SAL tidak mengganggu kondisi likuiditas perbankan.

"Jadi kami, BI, OJK, LPS, Kementerian Keuangan sepakat untuk memastikan kita tidak mengganggu kondisi likuiditas sistem perbankan," ujar dia.

2. Penempatan SAL terus dibahas bersama BI

Ilustrasi Kantor Bank Indonesia. (IDN Times/Hana Adi Perdana)
Ilustrasi Kantor Bank Indonesia. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Terkait keputusan penempatan SAL ke depan, Purbaya menyebut Kemenkeu akan membahasnya secara intensif dengan BI. Dia mengatakan keputusan terkait penyesuaian jumlah dana yang ditempatkan akan mengikuti kebutuhan dan arahan dari bank sentral.

Koordinasi tersebut dilakukan setelah terjadi pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia. Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI, sementara posisi tersebut kini dijalankan oleh Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI Destry Damayanti.

"Untuk SAL-nya ya kami akan diskusi dengan ketat dengan Bank Sentral seperti apa. Jadi saya hanya menunggu perintah gubernur baru nih. Kalau bilang kurangin uangnya ya kurangin, kalau bilang tambahin ya ditambah," paparnya.

3. Pemerintah sudah punya acuan bersama soal SAL

20260803_153305.jpg
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Pemerintah dan Bank Indonesia sudah memiliki acuan yang disepakati bersama dalam menentukan kebijakan SAL. Dengan adanya acuan tersebut, pembahasan mengenai penempatan SAL tidak lagi menjadi perdebatan antarotoritas, melainkan menyesuaikan kondisi yang ada.

"Kita sudah punya acuan yang disetujui bersama ya Bu ya. Jadi udah nggak ada perdebatan yang perlu dipersoalkan lagi," kata Purbaya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More