bendera China (unsplash.com/CARLOS DE SOUZA)
Dalam kebijakan terpisah, Kementerian Keuangan China melarang lembaga pemerintah membeli produk dari 46 perusahaan Amerika Serikat yang terkait dengan sektor pertahanan. Daftar tersebut mencakup sejumlah kontraktor besar seperti Lockheed Martin, Raytheon, Boeing Defense, General Dynamics, dan Anduril Industries.
Meski demikian, aturan tersebut tidak mencakup perusahaan investasi AS yang saat ini beroperasi di China. Kebijakan boikot pengadaan itu berlaku segera setelah diumumkan. Sejumlah analis menilai langkah tersebut merupakan respons yang terukur terhadap pembatasan perdagangan yang lebih dahulu diterapkan Amerika Serikat.
"Kita dapat menafsirkan ini sebagai respons balas-membalas, dan itu sesuai dengan strategi China setiap kali kita melihat eskalasi dari pihak Amerika Serikat dalam hal instrumen perdagangan dan investasi," kata analis perdagangan global Economist Intelligence Unit, Nick Marro.
Karena sebagian besar kontraktor pertahanan AS tidak memiliki pasar utama di China, dampak langsung kebijakan ini diperkirakan terbatas. Namun, langkah tersebut dinilai mempersempit peluang kerja sama bisnis di sektor strategis.