Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Restrukturisasi Utang Whoosh Masih Dibahas, China: On Track

Restrukturisasi Utang Whoosh Masih Dibahas, China: On Track
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Pemerintah China menegaskan pembahasan restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih berlangsung dan berjalan positif, meski belum ada rincian hasil negosiasi yang diungkap ke publik.
  • Pemerintah Indonesia melalui Danantara menyatakan restrukturisasi utang Whoosh telah rampung dan akan diumumkan resmi, dengan operasional tetap dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia.
  • Menkeu Purbaya menyebut Danantara mampu menutup kewajiban pembayaran KCIC tanpa APBN berkat dividen BUMN sekitar Rp80–90 triliun per tahun serta proyeksi pendapatan operasional Whoosh mencapai Rp1,5 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China memastikan pembahasan terkait restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) masih berjalan dengan pihak Indonesia. Meski belum mengungkapkan rincian hasil negosiasi, Beijing menyebut proses yang berlangsung saat ini bergerak ke arah positif.

Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan, isu yang dibahas bukanlah utang China kepada Indonesia, melainkan kewajiban pembayaran kepada bank pembangunan yang menjadi kreditur proyek tersebut.

“Itu bukan utang. Itu adalah uang yang kami miliki kepada bank pembangunan yang memberikan pinjaman kepada proyek Whoosh,” kata Wang Lutong kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut dia, komunikasi dengan kementerian dan pihak terkait di Indonesia terus dilakukan untuk memastikan pembahasan berjalan lancar. “Kami menjaga kontak yang sangat erat dengan pihak-pihak terkait dan kementerian di sini. Semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah klaim pemerintah Indonesia, restrukturisasi utang proyek kereta cepat itu telah diselesaikan dan tinggal menunggu pengumuman resmi.

1. China belum ungkap detail pembahasan

Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong dalam Indonesia-China Think Tank and Media Forum 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong dalam Indonesia-China Think Tank and Media Forum 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Wang mengatakan, pihaknya belum dapat membeberkan perkembangan lebih jauh mengenai pembicaraan yang sedang berlangsung. Menurut dia, pembahasan yang masih berjalan membuat detail kesepakatan belum bisa disampaikan kepada publik.

Saat ditanya apakah kesepakatan telah dicapai, Wang hanya memastikan proses negosiasi bergerak ke arah yang positif.

“Tidak mungkin mengungkapkan rincian apapun selama pembahasan masih berlangsung, tetapi semuanya berada di jalur yang tepat,” katanya.

Wang tidak menjelaskan lebih jauh mengenai bentuk restrukturisasi yang dibahas maupun kapan proses tersebut akan dituntaskan. Ia hanya menegaskan komunikasi antara kedua pihak tetap berlangsung secara intensif.

2. Pemerintah klaim restrukturisasi utang sudah selesai

IMG_4905.jpeg
Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan, restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung. COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria mengatakan, hasil penyelesaian tersebut akan diumumkan secara resmi bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Insyaallah dalam seminggu atau dua minggu lagi akan ketemu dengan wartawan untuk menyampaikan penyelesaian Whoosh yang sudah selesai. Bapak Presiden berharap pengelolaan BUMN ke depan akan semakin baik,” kata Dony di Istana Merdeka Jakarta pada 7 April 2026.

Dony menegaskan, operasional kereta cepat tetap berada di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Operasional tetap di KAI karena memang Kereta Api Indonesia memang bidangnya itu,” ujarnya.

Adapun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

3. Danantara sebut mampu tutupi kewajiban KCIC

Restrukturisasi Utang Whoosh Masih Dibahas, China: On Track
potret kereta supercepat whoosh (commons.wikimedia.org/Dwifa Bagaskoro S A)

Purbaya sempat menyatakan, persoalan restrukturisasi utang Whoosh pada dasarnya telah tuntas dan hanya menyisakan proses formalitas.

“Sudah selesai cuma tinggal formalitasnya, tapi saya belum bisa umumkan sekarang karena bukan saya sendiri yang terlibat. Nanti akan diumumkan, tapi sudah clear itu,” ujar Purbaya.

Menurut dia, Danantara yang kini membawahi KCIC memiliki kapasitas untuk memenuhi kewajiban pembayaran tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya mengatakan, Danantara menerima dividen dari BUMN sekitar Rp80 triliun hingga Rp90 triliun per tahun, sehingga cukup untuk menutup kewajiban pembayaran bunga KCIC yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun per tahun.

“Karena Danantara terima dividen dari BUMN kan hampir Rp80 triliun sampai Rp90 triliun. Itu cukup untuk menutupi sekitar Rp2 triliun bayaran tahunan KCIC,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta pada Oktober 2025.

Ia juga menyebut proyeksi pendapatan operasional Whoosh mencapai sekitar Rp1,5 triliun per tahun, sehingga diharapkan dapat memperkuat kemampuan finansial perusahaan dalam jangka panjang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More