ilustrasi membuat konten (unsplash.com/Videodeck .co)
Creator commerce bisa hadir dalam beberapa bentuk, tergantung bagaimana kreator berinteraksi dengan audiens dan menghasilkan pendapatan dari pengaruh yang dimilikinya:
Dalam model ini, kreator mempromosikan produk menggunakan tautan khusus yang dapat dilacak. Jika audiens membeli melalui tautan tersebut, kreator akan mendapatkan komisi. Cara ini cukup sering ditemukan dalam konten review, tutorial, rekomendasi produk, maupun postingan media sosial.
Sebagian kreator memilih membangun brand atau menjual merchandise sendiri melalui toko online. Dengan cara ini, mereka memiliki kendali lebih besar atas harga, desain produk, hingga pengalaman pelanggan. Kreator juga tidak hanya bergantung pada produk milik brand lain.
Live commerce menggabungkan hiburan dengan aktivitas jual beli secara langsung. Kreator dapat melakukan siaran sambil memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan audiens, dan mengarahkan mereka untuk melakukan pembelian saat itu juga.
Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube juga mulai menyediakan fitur belanja yang memungkinkan kreator menampilkan produk tanpa mengharuskan audiens keluar dari aplikasi. Audiens bisa menemukan produk sekaligus melakukan transaksi dalam pengalaman yang lebih terintegrasi.
Setiap model memiliki tingkat kepemilikan, skalabilitas, dan integrasi yang berbeda. Karena itu, kreator bisa memilih model yang paling sesuai dengan karakter audiens, bidang konten, serta tujuan bisnis mereka.