Jakarta, IDN Times - Center of Economic Law and Studies (Celios) mengungkapkan sejumlah dampak ekonomi perang Amerika Serikat (AS) versus Iran yang mampu memengaruhi hajat hidup jutaan warga negara Indonesia (WNI).
Pertama, dampak terhadap harga bahan bakar minyak (BBM). Celios memprediksi perang bisa menimbulkan risiko naiknya harga BBM.
Harga minyak mentah jenis Brent telah mengalami kenaikan sebesar 20,7 persen sejak awal 2026 menjadi 72,8 dolar AS per barel. Sementara skenario terburuk yang bisa terjadi adalah harga minyak mentah tersebut bisa mencapai 100-120 dolar AS per barel.
Jika itu terjadi, maka defisit APBN bisa semakin melebar mengingat Indonesia masih amat tergantung energi fosil dan subsidi energi semakin berat ketika konflik produsen minyak terjadi.
"Subsisi energi di APBN 2026 memakai asumsi 70 dolar AS per barel. Di atas itu, apa kabar harga Pertamax dan Pertalite?" tulis Celios dikutip dari akun Instagram resminya, Senin (2/3/2026).
