Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan AS-Israel ke Iran

Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
Anggota komisi I DPR, Sukamta. (Dokumentasi fraksi Partai Keadilan Sejahtera)
Intinya Sih
  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengecam keras agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan ratusan orang termasuk tokoh penting Iran.

  • Ia menegaskan setiap negara berhak mempertahankan kedaulatannya serta mendesak dunia internasional segera menghentikan eskalasi konflik agar tidak meluas di kawasan Timur Tengah.

  • Sukamta juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator perdamaian, meski inisiatif tersebut menuai kritik dari sebagian publik Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam dan menolak agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Sebab, serangan militer itu merupakan pelanggaran secara terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

Berdasarkan data yang dikutip dari stasiun berita Al Jazeera, jumlah korban meninggal dunia di Iran telah mencapai 201 jiwa dan ratusan lainnya luka-luka. Itu termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad serta beberapa petinggi militer Iran.

"Kami mengecam dan menolak agresi militer yang dilancarkan oleh Israel dengan dukungan dan partisipasi Amerika terhadap wilayah Iran. Perang harus dihentikan! Karena kami menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas keamanan," ujar Sukamta dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Pernyataan yang disampaikan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lebih tegas dibandingkan keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri pada Sabtu lalu. Kemlu memilih menggunakan diksi menyesalkan eskalasi militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

1. Setiap negara berhak mempertahankan wilayah dan kedaulatannya

Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
Para pengendara melintas di dekat kepulan asap yang dilaporkan berasal dari serangan Iran di kawasan industri Doha, Qatar pada 1 Maret 2026. (MAHMUD HAMS/AFP)

Sukamta mengatakan setiap negara berhak mempertahankan wilayah dan kedaulatannya, sesuai dengan hukum internasional. Doktor lulusan Teknik Kimia dari Manchester, Inggris, itu meminta pertanggung jawaban dari Negeri Paman Sam dan Israel atas dampak eskalasi ini.

"Agresi militer ini berpotensi meluas dan menjadi konflik regional," katanya.

Sebab, kata Sukamta, salah satu strategi yang dipakai Iran yakni dengan menggempur semua pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara di Timur Tengah. Pangkalan militer itu berada di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Bahrain hingga Arab Saudi.

Ia juga menyerukan kepada dunia internasional untuk mengambil tindakan mendesak, guna menghentikan agresi dan menjaga stabilitas regional dengan mencegah kawasan Timur Tengah terjerumus ke dalam perang besar, yang justru hanya memperburuk penderitaan rakyatnya.

2. Perhatian dunia jangan sampai teralihkan dari perdamaian di Palestina

Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat menemui Menlu Palestina di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026). (kemlu.go.id)

Sukamta juga mengingatkan agar perhatian dunia yang semula sedang tertuju ke proses perdamaian di Palestina teralihkan dengan agresi Israel dan Negeri Paman Sam terhadap Iran.

"Dunia internasional harus memastikan dan menjaga stabilitas di dalam negeri di Gaza, dan memerangi praktik penipuan harga dan monopoi di tengah situasi kemanusiaan yang buruk," katanya.

3. Komisi I DPR apresiasi inisiatif Prabowo yang ingin jadi mediator

Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
Tepat satu tahun yang lalu, sejarah baru dalam industri keuangan Indonesia ditorehkan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian di Pegadaian Tower Jakarta, pada 26 Februari 2025 lalu. (Dok. Pegadaian)

Sementara, terkait dengan inisiatif Presiden Prabowo Subianto menjadi juru damai, Sukamta mengapresiasi. Apalagi, Prabowo mampu berkomunikasi dengan Presiden Donald Trump dan pimpinan Iran.

"Saya kira patut kita dukung upaya presiden tersebut. Ini juga bagian dari realisasi amanat konstitusi, menjaga perdamaian dunia secara aktif," katanya.

Meskipun Sukamta tak menampik situasi saat ini sedang sulit, namun, semua upaya positif dan konstruktif patut ditempuh. Tetapi, inisiatif Prabowo itu mendapat kritik publik di Tanah Air. Sebab, banyak yang menilai posisi Indonesia saat ini sudah tidak setara dengan Negeri Paman Sam. Selain itu, sejak bergabung dalam Board of Peace (BoP), Indonesia dipandang sudah menjadi sekutu AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More