Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia menyiapkan investasi senilai 500 juta dolar AS atau setara Rp9,077 triliun untuk mengembangkan properti di Makkah, Arab Saudi. Dalam dua tahun ke depan, Danantara menargetkan pembangunan 11 menara tambahan untuk memperluas kapasitas akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, pengembangan properti tersebut tidak hanya berfokus pada Novotel Thakher, tetapi juga mencakup pembangunan menara baru di Makkah.
“Targetnya, dalam dua tahun berikut, kami akan membangun 11 menara lagi di Makkah sehingga akan menjadikannya investasi industri real estat terbesar,” ujar Pandu.
Menurut Pandu, pengembangan properti di Makkah juga menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas investasi di luar negeri sekaligus memperkenalkan potensi nasional ke pasar internasional.
Ia menyebut, kepemilikan penuh atas aset properti tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam hubungan Indonesia dengan Arab Saudi. Capaian itu, menurutnya, tidak terlepas dari upaya Presiden Prabowo Subianto melobi pemerintah Arab Saudi.
“Kita harus berterima kasih kepada Presiden Prabowo, presiden pertama di negara kita yang berhasil melobi pemerintah Arab Saudi sehingga kita menjadi satu-satunya negara yang mampu mencapai hal ini,” katanya.
Selain pengembangan properti di Makkah, Danantara juga menggarap investasi di sektor pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste-to-energy, serta kemitraan di sektor protein bersama JBS Group di Australia dan Selandia Baru.
Untuk proyek PSEL, Danantara menargetkan pengolahan 35 juta ton sampah yang dihasilkan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen saat ini belum dikelola.
Proyek PSEL tersebut memiliki nilai investasi total 5 miliar dolar AS dengan kapasitas terpasang mencapai 660 megawatt (MW). Sejumlah proyek telah diresmikan di beberapa lokasi, termasuk di Kota Bogor, Jawa Barat.
Adapun, Investasi untuk setiap proyek PSEL diperkirakan mencapai 120 juta dolar AS hingga 150 juta dolar AS per lokasi.
