Jakarta, IDN Times - Pemulihan anak-anak terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya membutuhkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga pendampingan psikologis dan pemenuhan gizi.
Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersinergi dengan Danone Indonesia dalam mendukung pemulihan perempuan dan anak korban bencana.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, pemulihan trauma pada anak membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, trauma healing tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua kali pertemuan, tetapi perlu melibatkan psikolog dalam jangka panjang.
“Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali, sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” ujar Arifah.
