Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sinyal Dovish The Fed Mencuat, Rupiah Menguat Lawan Dolar Pagi Ini

Sinyal Dovish The Fed Mencuat, Rupiah Menguat Lawan Dolar Pagi Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.628 per dolar AS pada Jumat pagi.
  • Lukman Leong menilai sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar dari Waller dapat melemahkan dolar AS.
  • Data pekerjaan swasta AS bertambah 38 ribu pada Agustus, sementara dua pengamat memberikan rentang proyeksi rupiah untuk perdagangan hari ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat sebesar 51 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp17.628 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

  1. 1. Pernyataan dovish pejabat The Fed tekan dolar AS

    Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS. Penguatan tersebut terjadi di tengah munculnya pernyataan dovish dari pejabat Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed), Waller.

    Pernyataan dovish mengacu pada sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk kemungkinan penurunan atau penahanan suku bunga. Sikap tersebut dinilai menekan dolar AS sekaligus mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

    "Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed," kata dia.

  2. 2. Data tenaga kerja AS melemah

    Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap dolar AS turut datang dari data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan.

    Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS hanya bertambah 38 ribu pada Agustus. Angka tersebut berada di bawah perkiraan pasar sebesar 47 ribu dan melambat dibandingkan pertambahan 46 ribu pada periode sebelumnya.

    Di sisi kebijakan moneter, Ibrahim mengatakan pelaku pasar masih meningkatkan spekulasi The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Spekulasi tersebut menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh mengambil sikap lebih tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu.

    "Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64 persen, naik dari 36 persen pada pekan sebelumnya," ujar Ibrahim.

  3. 3. Proyeksi pergerakan rupiah di perdagangan hari ini

    Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

    Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif, tetapi berpeluang ditutup menguat. Dia memperkirakan rupiah berada dalam rentang Rp17.630 hingga Rp17.680 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More