Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dasco Bicara PHK Tokopedia, Ada yang Disalurkan ke Anak Usaha TikTok
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dalam konferensi pers isu PHK Tokopedia. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ada PHK massal di Tokopedia Group, melainkan penataan tenaga kerja setelah akuisisi oleh TikTok Shop.
  • Sebanyak sekitar 200 karyawan memilih mengambil kompensasi dan bekerja di tempat lain, sementara sebagian lainnya disalurkan ke lini usaha TikTok.
  • Presiden Direktur Tokopedia, Stephanie Susilo, membantah isu PHK besar-besaran dan menyebut perusahaan justru membuka lebih dari 100 lowongan baru di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tokopedia sekarang punya TikTok, terus banyak orang diatur lagi kerjanya. Katanya nggak ada yang dipecat rame-rame, cuma pindah kerja ke tempat lain atau ke bagian lain di TikTok. Ada sekitar 200 orang yang pilih ambil uang dan kerja di tempat lain. Sekarang juga Tokopedia buka lowongan baru banyak banget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di lingkungan Tokopedia Group melainkan hanya penataan tenaga kerja (internal mobility) mengingat banyaknya lini usaha di TikTok setelah akuisisi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dasco setelah menggelar audiensi bersama Tokopedia Group dan pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, hari ini.

"Jadi memang Tokopedia itu kan diakuisisi oleh TikTok Shop yang juga banyak lini usaha. Nah, jadi dalam usaha penataan itu, memang sudah ada yang mengambil kompensasi karena jumlahnya besar dan bekerja di tempat lain. Tapi, ada juga yang sudah mengambil kompensasi, tapi kemudian disalurkan di grup-grup anak (usaha) TikTok gitu," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, dalam penataan tersebut karyawan ditawarkan skema pemberian kompensasi dan bekerja di tempat lain. Sebanyak 200 karyawan Tokopedia memilih mengambil kompensasi tersebut dan bekerja di tempat lain. Sebagian lagi disalurkan di lini usaha TikTok yang lain.

"Jadi, yang ngambil kompensasi tuh baru sekitar 200-an aja dan yang sudah disalurkan, tadi saya belum tepat angkanya berapa. Yang bekerja di tempat lain juga sudah ada beberapa," kata dia.

President Director Tokopedia, Stephanie Susilo juga membantah pihaknya telah melakuka PHK baik di TikTok Indonesia atau Tokopedia Group. Hal ini sekaligus meluruskan pemberitaan yang berkembang di masyarakat.

"Pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group," kata Stephanie di Gedung DPR RI.

Menurut dia, langkah yang dilakukan saat ini adalah penataan tenaga kerja (internal mobility) di lingkungan TikTok dan Tokopedia Group.

Dalam program tersebut, pihaknya memberikan sejumlah penawaran di antaranya memberikan kompensasi dan memilih bekerja di tempat lain atau tetap bekerja di di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia. Di sisi lain, Stephanie mengungkap, Tokopedia Group membuka rekrutmen baru untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia.

"Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia," kata dia.

Dalam kabar yang diunggah di akun media sosial Instagram @ecommurz, PHK di Tokopedia berdampak pada 90 persen dari jumlah karyawan. Sehingga, hanya tersisa 10 persen karyawan Tokopedia. Unggahan itu juga menyatakan TikTok mengganti karyawan Tokopedia yang di-PHK dengan pekerja asing.

Curated For You

Editorial Team

Related Article