Jakarta, IDN Times - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut masih jauh di bawah target defisit APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp589,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan terjaganya defisit menunjukkan kondisi fiskal yang masih sehat di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
"Yang paling penting, defisit APBN sampai Mei berada di 0,70 persen pada lima bulan pertama tahun ini," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (5/6/2026).
Menurut Purbaya, terkendalinya defisit ditopang pertumbuhan pendapatan negara yang tetap kuat. Hingga 31 Mei 2026, pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN tahun ini, meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penerimaan perpajakan masih menjadi tulang punggung pendapatan negara. Hingga Mei 2026, penerimaan perpajakan mencapai Rp958,2 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan.
Secara rinci, penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau naik 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp123,8 triliun atau tumbuh 0,7 persen.
"Tahun lalu full year pertumbuhan pajak negatif sekarang positif mungkin akan didorong tumbuh 20 persen, atau lebih kita dorong keatas terus seiring perbaikan di perpajakan," tuturnya.
Di sisi lain, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp226,4 triliun atau meningkat 19,9 persen secara tahunan. Realisasi tersebut setara 49,3 persen dari target APBN 2026.
Sementara, realisasi belanja negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari pagu APBN. Angka tersebut meningkat 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.059,3 triliun atau tumbuh 52,6 persen secara tahunan. Terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp517,7 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp541,6 triliun.
Adapun transfer ke daerah mencapai Rp306,1 triliun atau 44,2 persen dari target APBN. Namun secara tahunan, realisasinya masih turun 4,9 persen.
Selain defisit yang tetap terjaga, APBN juga mencatat surplus keseimbangan primer sebesar Rp58,6 triliun.
