Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Defisit Transaksi Berjalan Bikin Rupiah Anjlok ke Rp17.721

Defisit Transaksi Berjalan Bikin Rupiah Anjlok ke Rp17.721
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.721 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin.
  • Pasar merespons negatif defisit transaksi berjalan kuartal II-2026 yang mencapai 12,5 miliar dolar AS atau 3,3 persen PDB.
  • Cadangan devisa akhir Juni 2026 tercatat 145,6 miliar dolar AS, sementara rupiah diproyeksikan fluktuatif dan berpotensi melemah pada Selasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026). Mata uang Garuda melemah ke level Rp17.721 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah sebesar 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per dolar AS.

  1. 1. Defisit transaksi berjalan jadi sentimen negatif

    Pasar merespons negatif pelebaran defisit transaksi berjalan, yaitu selisih penerimaan dan pengeluaran transaksi ekspor-impor barang serta jasa Indonesia. Dalam hal ini periode kuartal II-2026 menjadi 12,5 miliar dolar AS atau 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan defisit kuartal sebelumnya yang tercatat 3,6 miliar dolar AS atau 1 persen PDB. Pelebaran itu dipengaruhi faktor temporer, salah satunya kenaikan impor minyak seiring tingginya harga minyak dunia.

    "Pasar merespon negatif setelah defisit transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan pada triwulan II 2026 menjadi 12,5 miliar dolar AS atau 3,3 persen terhadap produk domestik bruto," ujar pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.

  2. 2. Cadangan devisa terjaga di tengah risiko geopolitik global

    Ibrahim menambahkan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tetap aman sebesar 145,6 miliar dolar AS, setara pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

    Namun, yang patut diwaspadai adalah kesenjangan transaksi berjalan berpotensi berlanjut akibat tingginya harga minyak mentah, kuatnya volume impor minyak, melemahnya ekspor akibat perlambatan ekonomi global, serta meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah dan Eropa Timur.

    "Para analis memperingatkan bahwa kesenjangan transaksi berjalan indonesia ini, mungkin akan terus berlanjut," kata Ibrahim.

  3. 3. Rupiah diprediksi melemah pada perdagangan Selasa

    Untuk perdagangan Selasa (25/8/2026), Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah pada kisaran rentang Rp17.720 hingga Rp17.770 per dolar AS.

    Pada pagi tadi, mata uang rupiah dibuka di level Rp17.690 per dolar AS, dengan kisaran pergerakan harian antara Rp17.687 hingga Rp17.729 per dolar AS. Rupiaj tercatat sudah melemah 6,24 persen, dengan rentang pergerakan 52 minggu di kisaran Rp16.237 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More