Stan pameran di IEE Series - Engineering Week 2026 (dok. IDN Times/Tisa Ajeng)
Salah satu keputusan strategis yang cukup unik dari IEE Series sejak 2 tahun lalu adalah memasukkan disaster management dan civil protection lewat pameran ADEXCO sebagai bagian dari satu ekosistem industri, sejajar dengan mining, construction, dan oil & gas.
ADEXCO sendiri digelar dalam rangkaian Engineering Week, dan menjadi platform kolaborasi langsung dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk membahas percepatan kesiapsiagaan dan tanggap bencana bersama pelaku industri.
Relevansi keputusan ini terasa nyata justru di momen pelaksanaan pameran tahun ini. Erupsi Gunung Krakatau yang terjadi bersamaan dengan masa persiapan pameran sempat menutup Bandara Jakarta, berdampak langsung pada peserta internasional yang jumlahnya mencapai 40% dari total peserta pameran.
"Sampai hari pertama, hari kedua, baru ada 10% orang yang datang. Alhamdulillah ditangani dengan cukup baik dari pemerintah, yang menyiapkan beberapa alternatif bandara," cerita Hanung. Pamerindo bahkan turut membantu proses transfer peserta yang terdampak dari bandara alternatif seperti Surabaya, Bali, dan Kertajati menuju Jakarta lewat jalur darat.
Di luar momen darurat itu, keterlibatan pemerintah dan asosiasi juga terasa dalam skema kerja sama yang lebih luas. Pamerindo bekerja sama dengan lebih dari 10 asosiasi, dan khusus di sektor pertambangan ada sekitar 5 asosiasi yang mendukung penuh penyelenggaraan pameran, mulai dari ASPINDO hingga PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) yang mengisi forum diskusi dalam event tersebut.
"Kenapa kita bikin seminar-seminar itu di pameran kami? Tidak semata-mata hanya untuk bisnis. Tapi dengan adanya platform ini, asosiasi bisa menyampaikan ke khalayak umum tentang banyak program sustainability, green mining, ataupun wacana-wacana dari industri yang ingin disampaikan baik ke pemerintah maupun ke media dan masyarakat," jelas Hanung.
Soal dukungan konkret dari pemerintah untuk mempercepat transisi industri, Hanung menyoroti satu hal yang menurutnya masih jadi ganjalan utama: insentif.
"Mobil listrik disubsidi, kenapa alat berat listrik pajaknya belum disubsidi?" ujarnya, mengutip diskusinya dengan ASPINDO soal isu yang masih terus diperjuangkan pelaku industri ke pemerintah ke depannya.