- Ringgit Malaysia melemah 0,03 persen
- Bath Thailand menguat 0,04 persen
- Yuan China menguat 0,03 persen
- Pesso Filipina menguat 0,12 persen
- Won Korea menguat 0,01 persen
Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.842 per Dolar AS

- Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.842 per dolar AS, turun 13 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Pergerakan mata uang Asia bervariasi, dengan ringgit melemah sementara baht, yuan, peso, dan won mencatat penguatan tipis.
- Analis memprediksi pelemahan rupiah masih terbatas, bergerak di kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS akibat sentimen hawkish The Fed dan faktor geopolitik global.
1. Mata uang di Asia bergerak variatif
Lebih rinci, mata uang di Asia bergerak variatif rinciannya:
2. Rupiah akan melemah karena pernyataan Hawkish The Fed
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari mendatang.
"Hal ini menyusul serangkaian pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve. Sehingga menegaskan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan untuk menekan inflasi, yang meningkatkan daya tarik dolar AS di pasar global," katanya kepada IDN Times, Rabu (25/2/2026).
3. Rupiah diproyeksi akan bergerak di kisaran Rp16.750 per dolar AS hingga Rp16.900 per dolar
Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah kemungkinan akan bersifat terbatas dan pasar cenderung bersikap hati-hati dan menunggu perkembangan terbaru, terutama menjelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu geopolitik yang dapat memengaruhi harga minyak dan sentimen pasar global.
"Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS," ujar Lukman.


















