Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BCA Optimalkan Loyalitas Nasabah di HUT ke-69, Transaksi Meningkat

BCA Optimalkan Loyalitas Nasabah di HUT ke-69, Transaksi Meningkat
BCA undi hadiah kepada nasabah loyal. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • BCA rayakan HUT ke-69 dengan program Gebyar Hadiah BCA untuk apresiasi nasabah setia, mendorong peningkatan saldo dan transaksi harian melalui sistem poin.
  • Nasabah dapat menukarkan poin lewat fitur Gacha Berhadiah dengan hadiah menarik, sementara BCA menegaskan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan program resmi.
  • BCA menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK 8–10 persen pada 2026, didukung peningkatan CASA serta kualitas aset yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memanfaatkan momentum ulang tahun ke-69 untuk memperkuat strategi penghimpunan dana murah melalui program Gebyar Hadiah BCA.

Gebyar Hadiah BCA merupakan program apresiasi bagi nasabah dengan mekanisme pengumpulan poin melalui peningkatan dana dan transaksi. Program ini dirancang khusus bagi nasabah setia BCA sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan dan loyalitasnya dalam menabung dan bertransaksi di BCA

1. Nasabah terpantau aktif tingkatkan saldo dan manfaatkan fitur transaksi harian

WhatsApp Image 2026-02-24 at 23.06.05.jpeg
Direktur BCA, Santoso. (Dok/Istimewa).

Direktur BCA, Santoso, menyatakan selama periode program, nasabah aktif meningkatkan saldo dan memanfaatkan fitur transaksi harian. 

"Kepercayaan yang diberikan nasabah menjadi fondasi utama bagi BCA untuk terus berinovasi, memperkuat layanan, serta menjaga kinerja yang sehat dan berkesinambungan," ujar Santoso dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Sebagai gambaran, perbankan nasional masih mencatat persaingan ketat dalam penghimpunan dana murah di tengah dinamika likuiditas dan suku bunga. Dalam kondisi tersebut, bank cenderung mengoptimalkan program berbasis loyalitas untuk menjaga stabilitas biaya dana (cost of fund) sekaligus meningkatkan aktivitas transaks

2. Tukarkan poin dan dorong transaksi berulang di nasabah

Menara BCA (BCA.co.id)
Menara BCA (BCA.co.id)

Dalam program ini, selain berkesempatan mengikuti undian utama di akhir periode, nasabah juga dapat menukarkan poin melalui fitur Gacha Berhadiah untuk memperoleh hadiah langsung, mulai dari voucher belanja hingga logam mulia. Skema ini dirancang untuk menjaga engagement nasabah sepanjang periode program dan mendorong transaksi berulang.

Penarikan pemenang periode IV dilakukan pada Senin (23/2/2026) dan disaksikan perwakilan Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, notaris, serta kepolisian, sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi undian berhadiah.

Pada periode tersebut, BCA menyediakan satu unit Mercedes-Benz GLE 450 sebagai hadiah utama, 12 unit Toyota Innova Zenix Hybrid EV tipe Q, serta 120 keping logam mulia masing-masing seberat 10 gram.

Di samping itu, BCA mengingatkan nasabah agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program. BCA menegaskan tidak pernah meminta data pribadi maupun biaya tambahan melalui saluran tidak resmi, dan informasi pemenang hanya disampaikan melalui kanal resmi perseroan.

3. BCA bidik pertumbuhan kredit dan DPK 8-10 persen

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, BCA membidik pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) di kisaran 8–10 persen pada tahun ini, seiring upaya perseroan menjaga ekspansi yang sehat di tengah dinamika likuiditas dan suku bunga.

Hingga Desember 2025, realisasi kinerja kredit BCA dan entitas anak tercatat tumbuh 7,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 993 triliun. Sepanjang tahun, rata-rata pertumbuhan kredit mencapai 10,8 persen. Kredit usaha menjadi motor utama dengan kenaikan 9,9 persen YoY menjadi Rp 756,5 triliun, sementara pembiayaan konsumer relatif stabil di level Rp 224,1 triliun.

Dari sisi pendanaan, total DPK meningkat 10,2 persen YoY menjadi Rp 1.249 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh dana giro dan tabungan (CASA) yang naik 13,1 persen YoY menjadi Rp 1.045 triliun, memperkuat struktur pendanaan berbiaya murah perseroan.

Kualitas aset pun tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di level 1,7 persen, sedangkan loan at risk (LAR) membaik ke 4,8 persen. Capaian ini mencerminkan ekspansi yang tetap diimbangi dengan prinsip kehati-hatian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More