Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dony Oskaria Pastikan Pelita Bakal Gabung Grup Garuda Indonesia
Pelita Air menjadi official airline Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dalam perhelatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025. (dok. Pertamina)
  • Maskapai milik grup Pertamina, yakni Pelita Air Services (PAS) dipastikan akan masuk grup Garuda Indonesia.

  • Garuda Indonesia akan menjadi induk atau holding dari seluruh maskapai pelat merah.

  • Dengan demikian, nantinya grup Garuda Indonesia akan mengendalikan operasional Citilink Indonesia dan Pelita Air Services.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memastikan maskapai milik grup Pertamina, yakni Pelita Air Services (PAS) akan masuk grup Garuda Indonesia.

Dony mengatakan, Garuda akan menjadi induk atau holding dari seluruh maskapai pelat merah.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” kata Dony, dikuti Jumat, (24/7/2026).

1. Perkuat daya saing maskapai BUMN

Armada terbaru Pelita Air, Airbus A320 dengan registrasi PK-PWN. (dok. Pertamina)

Bergabungnya Pelita dengan grup Garuda Indonesia akan membangun kekuatan maskapai nasional yang lebih solid, efisien, dan berdaya saing.

“Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony.

2. Konsolidasi maskapai BUM dilanjutkan dengan analisis rute yang dilayani

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Dok. BP BUMN)

Selain memperkuat struktur korporasi, Dony menekankan industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” tutur Dony.

3. Garuda Indonesia harus tingkatkan standar layanan

Potret Garuda Indonesia, di bandara, (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Selain itu, dia juga mendorong peningkatan standar layanan grup Garuda Indonesia secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight.

Penguatan layanan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, hingga penguatan program loyalitas pelanggan serta pengembangan sumber daya manusia.

Melalui konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, grup Garuda Indonesia diharapkan mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di tingkat regional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article