Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Celios Ungkap Tantangan dan Peluang Industri Bank Digital Tahun Ini

Celios Ungkap Tantangan dan Peluang Industri Bank Digital Tahun Ini
Acara Digital Banking & Economic Outlook 2026 oleh Amar Bank dan Celios (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • Celios menilai industri bank digital Indonesia masih menghadapi tantangan domestik seperti daya beli lesu dan faktor global seperti perang serta kenaikan harga minyak yang memengaruhi kinerja perbankan.
  • Nailul Huda menyebut penyaluran kredit masih lemah karena turunnya Indeks Keyakinan Konsumen, sehingga berpotensi memperlambat pertumbuhan bank digital tahun ini.
  • Meski begitu, kondisi tersebut membuka peluang bagi bank digital untuk menjangkau pelaku usaha atau calon nasabah yang belum terlayani perbankan konvensional melalui proses pinjaman yang lebih mudah dan fleksibel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Industri perbankan digital Indonesia diproyeksikan masih mengalami sejumlah tantangan pada 2026. Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengungkapkan, secara umum tantangan tersebut datang dari sisi domestik dan global.

Dari sisi domestik, daya beli masyarakat yang lesu masih menjadi masalah. Kemudian dari sisi global, ada gejolak seperti perang, naiknya harga minyak, dan sebagainya.

"Itu sangat berpengaruh terhadap kinerja dari bank digital ataupun perbankan secara umum," ujar Huda dalam acara Digital Banking & Economic Outlook 2026 di Kantor Pusat Amar Bank, Selasa (10/3/2026).

1. Penyaluran kredit juga masih jadi tantangan

Ilustrasi kredit
Ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

Huda pun menyoroti tantangan dari sisi kredit perbankan yang juga masih lemah sampai saat ini, meskipun tahun lalu sempat meningkat sedikit.

"Saya rasa ke depan ini juga tantangan cukup kuat, terutama kalau kita lihat dari sisi IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) yang terakhir, itu menunjukkan untuk keyakinan untuk berusaha itu menurun. Nah, ini yang jadi tantangan," tuturnya.

Huda menambahkan, hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang membuat bank digital akan mengalami perlambatan pada tahun ini.

2. Peluang bagi bank digital

Ilustrasi bank digital. (Shutterstock/Song_about_summer)
Ilustrasi bank digital. (Shutterstock/Song_about_summer)

Kendati begitu, Huda melihat sebenarnya persoalan kredit tersebut justru bisa menjadi peluang buat bank-bank digital bermanuver tahun ini. Caranya dengan mulai meraih pelaku usaha atau calon nasabah yang tidak direngkuh oleh perbankan konvensional.

"Itu cukup banyak dan saya rasa itu kan sebenarnya kredit gate-nya. Saya rasa itu menjadi peluang juga bagi perbankan digital untuk bisa masuk sana," kata dia.

3. Alasan bank digital bisa manfaatkan kredit

ilustrasi bank digital (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi bank digital (IDN Times/Aditya Pratama)

Huda pun menjelaskan alasannya lantaran perbankan konvensional cenderung melakukan pengetatan dari sisi peminjaman uang di tengah kondisi dan situasi dunia yang tengah tidak baik-baik saja saat ini.

"Dengan ciri-ciri dari sisi bank digital yang memang memudahkan kemudian juga administrasi tidak ribet dan sebagainya, itu menjadi peluang sebenarnya kalau saya lihat untuk reach out orang-orang yang secara kemampuan bayarnya ada, tapi ditolak oleh perbankan," tutur Huda.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More