Purbaya Bakal Minta Bonus ke Prabowo Jika Rasio Pajak Dekati 11 Persen

- Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan meminta bonus ke Presiden Prabowo bagi pegawai Kemenkeu jika rasio pajak mendekati 11 persen pada 2027 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal.
- Ia menegaskan pentingnya integritas dan kerja keras seluruh jajaran Kemenkeu untuk mencapai target tersebut, serta berencana rutin melakukan sidak setelah Lebaran guna memastikan peningkatan pendapatan negara.
- Purbaya menyebut digitalisasi dan sistem coretax berhasil meningkatkan penerimaan pajak hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya, meski masih perlu pengawasan ketat agar tren positif terus berlanjut.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berjanji bakal memperjuangkan bonus bagi para pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Syaratnya, performa pendapatan negara harus meningkat tajam dengan target rasio pajak (tax ratio) mendekati 11 persen pada 2027. Bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi jika jajarannya mampu mengamankan pemasukan negara secara optimal.
"Nanti kita perhatikan juga kesejahteraan Anda. Kalau income-nya naik dengan bagus, let's say tax ratio kita tahun depan bisa naik mendekati 11 persen, saya akan minta bonus ke Pak Presiden supaya Anda semua dapet bonus dari pimpinan negara ini," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
1. Target 11 persen tak cukup mengandalkan teknologi

Purbaya mengingatkan teknologi secanggih apa pun tidak akan berguna jika sumber daya manusianya memiliki integritas yang rendah. Dia meminta seluruh jajaran bekerja maksimal menjaga kejujuran demi mengejar target tax ratio dua digit sesuai arahan Presiden.
"Jadi, saya minta teman-teman semua nanti bekerja habis-habisan, jaga integritasnya, naikkan pendapatan ya, pajak dan lain-lain supaya kita bisa double digit lah 11 persen tax ratio-nya. Itu bukan maunya saya, maunya Pak Presiden," tegasnya.
2. Purbaya bakal rutin sidak setelah Lebaran

Purbaya mengingatkan kegagalan mencapai target akan membuat jajaran Kemenkeu, mulai dari Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai, hingga dirinya sendiri, menjadi sorotan utama Kepala Negara.
"Jadi kalau capaian kita di bawah itu, kita disorotin semua nanti. Yang diincar pertama, Pak Dirjen Pajak. Habis itu Pak Dirjen Bea Cukai. Saya nomor 3 lah. Habis itu saya, tapi saya enggak bisa lari juga dari itu," ujarnya.
Purbaya berencana mengubah gaya kepemimpinannya setelah Lebaran 2026 dengan lebih sering turun langsung meninjau kantor anak buah. Dia meminta mereka tidak main-main dalam upaya menaikkan pendapatan negara.
"Jadi setelah lebaran nanti Anda akan melihat gaya kerja saya yang berbeda, saya akan datang ke tempat Anda lebih sering. Jadi Anda jangan main-main, kita bangun bersama-sama, pajak, bea cukai, supaya income kita bisa naik," paparnya.
3. Digitalisasi pajak dongkrak penerimaan 30 persen

Peningkatan kinerja pajak dinilai penting untuk memperlebar ruang fiskal demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, implementasi sistem coretax dan digitalisasi yang meski masih memiliki kekurangan, terbukti efektif menambal kebocoran pendapatan.
Dia mengungkapkan, berkat optimalisasi sistem digital tersebut, penerimaan pajak tercatat melonjak hingga 30 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Dia berharap tren positif ini terus dipertahankan melalui pengawasan yang lebih ketat di lapangan.
"Saya lihat menarik juga coretax itu dan bagus kinerjanya. Naik berapa gara-gara coretax? Lumayan besar kan naiknya? Dibanding tahun lalu naik apa turun? Naiknya 30 persen," kata Purbaya.
















