Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga: Buah Program Pemerintah

- Pertumbuhan PDB didorong sektor industri dan pertanian
- Pemerintah memberikan insentif pajak untuk mendorong konsumsi masyarakat
- Banyak keleluasaan seperti PPN DTP dan penanggungan PPh untuk gaji di bawah Rp10 juta
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen adalah buah program pemerintah.
Dia mengatakan, beberapa upaya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di kuartal IV-2025 yang ditopang konsumsi karena tingginya mobilitas masyarakat.
“Ditambah lagi dengan dari sektor konsumsi juga positif. Jadi program yang digelontorkan pemerintah itu membuahkan hasil di kuartal keempat,” ucap Airlangga di kantornya, Kamis (5/2/2026).
1. Kinerja industri melesat

Meski penerimaan pajak di 2025 menurun dibandingkan 2024, Airlangga menilai pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di 2025 didorong oleh kinerja sektor industri. Begitu juga dengan sektor pertanian.
“Ya tentu kita lihat pertumbuhan dari sektor industrinya kan kelihatan. Sektor industri sudah 5,4 dan itu expansion dibandingkan tahun yang lalu. Demikian juga sektor pertanian tumbuhnya dibandingkan yang lalu juga jauh,” kata Airlangga.
2. Insentif pajak dorong konsumsi

Airlangga juga menyinggung insentif pajak yang diberikan pemerintah demi mendorong konsumsi masyarakat.
“Plus kita kan memberikan banyak keleluasaan seperti PPN DTP, kemudian kita juga memberi gaji yang di bawah Rp10 juta ditanggung oleh pemerintah PPh-nya. Jadi banyak kita memberikan stimulus. Jadi tentu itu yang membedakan dibandingkan tahun lalu,” ujar Airlangga.
3. Bakal perbanyak stimulus di Ramadan-Idul Fitri

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini, pemerintah akan menggelontorkan banyak stimulus di momen Ramadan serta Idul Fitri. Hal itu bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat.
“Diskon tiket real-nya nanti sekitar 17-18 persen dengan PPN ditanggung pemerintah. Kalau yang lalu di Natal kan 6 persen yang ditanggung, tetapi kalau yang kali ini full,” tutur Airlangga.



















