Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta-fakta Perminas, BUMN Baru Besutan Danantara

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (1).jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Perminas didirikan oleh Danantara pada akhir 2025 untuk mengelola Tambang Emas Martabe.
  • Perminas bukan anggota Holding BUMN tambang MIND ID, melainkan perusahaan di bawah Danantara.
  • Perminas akan mengelola tambang mineral strategis, termasuk logam tanah jarang, dan masih menunggu keputusan pengambilalihan Tambang Emas Martabe.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sepekan terakhir ini, nama Perminas menjadi perbincangan. Perusahaan itu didirikan oleh Danantara dengan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Nama Perminas kerap dikaitkan dengan Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut) milik PT Agincourt Resources. Agincourt merupakan anak usaha PT Pamapersada Nusantara dan PT United Tractors Tbk, bagian dari grup PT Astra International Tbk (ASII).

Berikut fakta-fakta mengenai Perminas.

1. Pertama kali dikenalkan ke publik pada akhir 2025

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Nama Perminas mencuat setelah Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyatakan pihaknya mendirikan Perminas yang akan mengelola Tambang Emas Martabe. Hal itu diungkapkan Dony usai menghadiri Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Namun, nama Perminas sudah pernah disinggung oleh pemerintah pada Desember 2025 lalu.

Dony mengatakan, Perminas didirikan oleh Danantara. Perminas akan mengambil alih tambang mineral yang izin usaha pertambangannya (IUP) dicabut oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai informasi, Prabowo mencabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) yang bergerak di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan. Pencabutan itu dilakukan menyusul terjadinya bencana hidrometeorologi yakni banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi itu. Dari daftar 28 perusahaan itu, ada Tambang Emas Martabe.

“Perminas. Jadi ada perusahaan mineral nasional kita yang baru kita bentuk. Nanti memang ini perusahaan yang baru dibentuk,” kata Dony usai menghadiri Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

2. Bukan anggota Holding BUMN tambang MIND ID

Dok. MIND ID
Dok. MIND ID

Dony mengatakan, pemerintah mengalihkan pengelolaan tambang di Sumatra itu ke Danantara, mempertimbangkan tugas Danantara sebagai pengelola bisnis milik pemerintah.

“Pertimbangannya tentu karena line bisnisnya. Kan pemerintah bisnisnya adanya di Danantara semua kan? Tentu pasti diserahkannya ke Danantara,” ucap Dony.

Dony mengatakan, Perminas merupakan perusahaan di bawah Danantara, yang tidak tergabung dalam Holding BUMN pertambangan MIND ID.

“Berbeda. Bukan (anggota MIND ID), perusahaan di bawah Danantara,” ujar Dony.

3. Perminas bakal olah logam tanah jarang di Indonesia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pada Kamis, (29/1/2026) lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan Perminas akan mengelola tambang-tambang mineral strategis.

Bahlil menjelaskan, penugasan tersebut mencakup pengelolaan komoditas bernilai strategis, seperti logam tanah jarang, serta sejumlah komoditas strategis lainnya. Namun, dia belum merinci lebih jauh jenis mineral yang akan dikelola oleh Perminas.

Terkait pernyataan BPI Danantara mengenai kemungkinan Perminas mengelola Tambang Emas Martabe, Bahlil menyampaikan hal itu masih dalam tahap pembahasan.

Sementara itu, saat ditanya apakah Perminas dalam waktu dekat akan mengelola tambang yang sudah ada, Bahlil menyatakan pemerintah masih akan melihat perkembangan selanjutnya.

"Nanti, masih dalam pembahasan ya kita akan bahas," ujar mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

4. Danantara tunggu keputusan pengambilalihan Tambang Emas Martabe

WhatsApp Image 2026-02-01 at 7.05.55 PM.jpeg
CEO Danantara, Rosan Roeslani di Gedung BEI Jakarta, Minggu (1/2/2026). (IDN Times/Aji Pitoko)

CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan terkait pengambilalihan Tambang Emas Martabe. Dia memastikan Perminas siap mengelola tambang milik grup Astra itu.

“Kami masih menunggu, tapi pada dasarnya, kami selalu siap," ungkapnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

Sebab, meski Perminas berstatus BUMN, seluruh perizinan kegiatan pertambangan masih menjadi kewenangan Kementerian ESDM sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Alasan pengelolaan tambang akan dialihkan ke Perminas bukan MIND ID

WhatsApp Image 2025-12-03 at 23.03.34.jpeg
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani saat ditemui di Kemenko Perekonomian. (IDN Times/Triyan)

Rosan mengatakan, MIND ID merupakan perusahaan holding yang memiliki beragam spesialisasi di masing-masing anak perusahaannya. Sebagai contoh, Antam mengutamakan komoditas emas dan nikel, PT Bukit Asam (PTBA) fokus pada batu bara, PT Inalum beroperasi di sektor aluminium, dan Freeport Indonesia mengelola tembaga.

"Sebagai holding company, MIND ID memiliki anak perusahaan dengan industri yang berbeda-beda. Bukit Asam, Inalum, dan Aneka Tambang, masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri," ujar Rosan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Business

See More

Inilah Pemilik PT Wanatiara Persada dan Jejak Bisnis Nikelnya

06 Feb 2026, 07:05 WIBBusiness