Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bank Mandiri Kantongi Laba Rp56,3 Triliun, Ini Rinciannya

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Bank Mandiri mencatat laba konsolidasian sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025, naik 0,93 persen dari tahun sebelumnya.
  • Total aset perseroan tumbuh 16,6 persen YoY menjadi Rp2.829,9 triliun, didorong oleh penyaluran kredit yang naik 13,4 persen menjadi Rp1.895,0 triliun.
  • Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 23,9 persen secara tahunan menjadi Rp2.105,8 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross sebesar 0,96 persen pada akhir 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba konsolidasian sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025, naik tipis 0,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan kinerja positif tersebut, total aset perseroan tumbuh 16,6 persen YoY menjadi Rp2.829,9 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyebut pertumbuhan didorong penyaluran kredit yang naik 13,4 persen menjadi Rp1.895,0 triliun, terutama dari pembiayaan ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang melonjak sekitar 40 persen secara tahunan.

“Kredit Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dua digit di atas rata-rata industri, mencerminkan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan sektor prioritas lainnya,” ujar Riduan dalam konferensi pers daring, dikutip Jumat (6/2/2026).

1. Dana pihak ketiga capai Rp2.105,9 triliun

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Sementara itu, sisi pendanaan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri juga tumbuh solid dan berada signifikan di atas rata-rata industri perbankan nasional. Hingga akhir 2025, DPK tercatat mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen secara tahunan dibandingkan 2024.

Struktur pendanaan tetap terjaga dengan dana murah (current account saving account/CASA) yang tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga likuiditas perseroan memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

"Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” kata Riduan.

2. NPL masih terkendali di 0,96 persen

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Di tengah peningkatan penyaluran kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross Bank Mandiri tercatat sebesar 0,96 persen pada akhir 2025, masih berada di bawah rata-rata industri.

Sementara itu, return on equity (RoE) mencapai 23,2 persen, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 20,4 persen.

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan pertumbuhan kredit sejalan dengan program strategis nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset. Dengan fundamental kinerja yang solid, kami optimistis Bank Mandiri dapat terus berkontribusi signifikan dalam memperkuat industri perbankan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” beber Riduan.

3. Pendapatan non-bunga tumbuh 14,5 persen

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Pendapatan non-bunga Bank Mandiri sepanjang 2025 naik 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun, ditopang aktivitas transaksi nasabah dan layanan berbasis ekosistem yang memperkuat ketahanan fundamental jangka panjang.

“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” ujar Riduan.

Share
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Huntara Modular Bener Meriah Ditarget Siap Huni Pekan Pertama Ramadan

07 Feb 2026, 14:36 WIBBusiness