- Kalau masih single, sehat, belum punya tanggungan, kamu bisa fokus nabung dulu sambil mulai cari asuransi yang ringan.
- Kalau sudah menikah, punya anak, atau jadi tulang punggung keluarga, asuransi justru makin penting, terutama asuransi kesehatan dan jiwa.
Pilih Asuransi atau Nabung? Simak Pertimbangan Berikut

- Menabung penting untuk rencana dan kebutuhan darurat kecil, tetapi tidak cukup untuk menutup risiko besar.
- Asuransi berfungsi melindungi keuangan dari biaya tak terduga, seperti sakit atau kecelakaan.
- Pilihan terbaik bukan salah satu, melainkan menabung dan punya asuransi sesuai kondisi hidup.
Perkara uang kerap bikin banyak orang bingung. Baru gajian, sudah banyak yang kepikiran mending nabung atau bayar asuransi? Di satu sisi, menabung itu kelihatan nyata. Saldo bertambah, hati tenang. Namun, di sisi lain, hidup penuh kejutan. Sakit, kecelakaan, atau musibah bisa datang tanpa permisi dan biayanya sering tidak masuk akal.
Itu kenapa banyak orang galau memilih antara fokus nabung dulu atau mulai asuransi sekarang. Keduanya sama-sama penting, tapi punya fungsi berbeda. Salah pilih strategi bisa bikin keuangan goyah di tengah jalan. Nah, biar kamu tak salah langkah, yuk, kita bahas pertimbangan berikut.
1. Nabung itu penting, tapi ada batasnya

Punya tabungan jelas penting. Dari kecil, kita sudah diajarkan untuk menyisihkan uang. Dengan menabung, kamu punya dana untuk kebutuhan darurat, rencana liburan, sampai beli barang impian. Rasanya aman dan tenang kalau lihat saldo naik pelan-pelan.
Masalahnya, menabung saja kadang belum cukup. Kamu sudah menabung 10 juta, misalnya, tapi tiba-tiba sakit dan harus masuk rumah sakit. Sekali rawat inap bisa habis lebih dari itu. Di sinilah, kita sadar bahwa tabungan bisa jebol kalau dipakai untuk hal besar yang tidak direncanakan.
2. Asuransi itu bukan cari untung, tapi cari aman

Banyak orang berpikir bahwa punya asuransi itu rugi karena tidak balik modal. Padahal, fungsi utama asuransi memang bukan untuk cari untung, tapi untuk melindungi keuangan. Asuransi itu seperti payung. Kamu bayar premi tiap bulan agar saat hujan deras datang—alias sakit, kecelakaan, atau mengalami musibah—kamu tidak kehujanan. Biayanya ditanggung bersama oleh sistem.
Sebagai contoh, kamu harus bayar premi 200–300 ribu per bulan. Namun, ketika kamu harus menjalani operasi yang biayanya puluhan juta, asuransi yang menanggung. Kalau tidak punya asuransi, tabungan bisa ludes, bahkan bisa berujung pada utang.
3. Kondisi hidup kamu menentukan pilihan

Pilih menabung atau asuransi? Semua kembali lagi ke situasi kamu sekarang. Coba pertimbangkan ini.
Pasalnya, kalau kamu kenapa-kenapa, yang terkena dampaknya bukan hanya kamu, melainkan juga orang-orang yang bergantung padamu.
4. Beda fungsi dana darurat vs. asuransi

Ini yang sering tertukar. Dana darurat dan asuransi sama-sama penting, tapi punya fungsi berbeda. Adapun, saat yang tepat untuk menggunakan dana darurat:
- kehilangan pekerjaan,
- kendaraan rusak dan butuh servis,
- perlu pulang kampung mendadak, dan
- ada kebutuhan mendesak nonmedis.
Di sisi lain, risiko besar yang dicakup asuransi:
- biaya rumah sakit,
- operasi,
- penyakit serius, dan
- kecelakaan
Jadi, idealnya bukan pilih salah satu, tapi punya dua-duanya. Kamu perlu menabung untuk dana darurat. Lalu, asuransi untuk proteksi risiko besar.
5. Jangan asal beli asuransi karena FOMO

Sekarang, banyak pihak yang menjual asuransi dengan iming-iming investasi dan proteksi. Memang tidak salah, tapi jangan asal ikut tren. Coba tanya pada diri sendiri:
- Tujuanku mau proteksi atau mau investasi?
- Uang segini sanggup buat bayar rutin atau tidak?
- Kalau penghasilan turun, apa aku masih bisa lanjut?
Asuransi itu komitmen jangka panjang. Kalau di tengah jalan berhenti, kamu bisa rugi. Jadi, pertimbangkan matang-matang dulu supaya tidak menyesal.
Secara sederhana, nabung itu untuk rencana, sementara asuransi untuk perlindungan. Menabung membuatmu bisa mewujudkan mimpi. Asuransi membuat mimpi itu tidak hancur gara-gara musibah tak terduga. Jadi, idealnya tetap punya keduanya. Tidak harus langsung sempurna. Kamu bisa mulai dari yang kecil, konsisten, dan realistis dengan kondisi hidupmu sekarang.

















