3 Tips Aman Pakai Kartu Kredit agar Tak Jadi Korban Pembobolan

- Jaga kerahasiaan nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, CVV/CVC, PIN, dan OTP; jangan melayani permintaan data lewat telepon, pesan, email, atau media sosial mencurigakan.
- Aktifkan notifikasi transaksi dan periksa billing statement secara rutin, termasuk transaksi kecil. Jika ada aktivitas tak dikenal, segera hubungi penerbit kartu melalui kanal resmi.
- Gunakan kartu hanya di situs, aplikasi, dan merchant terpercaya; hindari tautan promosi mendadak serta awasi kartu saat digunakan langsung di toko.
Bertransaksi menggunakan kartu kredit memang praktis. Pengguna tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar dan dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, termasuk berbelanja secara online.
Namun, kemudahan tersebut juga perlu diikuti dengan kewaspadaan. Data kartu dapat disalahgunakan ketika informasi penting seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, atau kode keamanan jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Bank Indonesia mengingatkan pemegang kartu kredit untuk menjaga kerahasiaan informasi kartu, menggunakan PIN, mengaktifkan notifikasi transaksi, serta segera menghubungi penerbit apabila menemukan transaksi yang tidak dilakukan sendiri. Lantas, bagaimana cara tetap aman saat menggunakan kartu kredit? Simak dalam artikel berikut ini!
1. Jangan pernah membagikan data kartu dan kode OTP

ilustrasi transaksi menggunakan kartu kredit (Pexels.com/Andrea Piacquadio) Data kartu kredit bukan sekadar nomor yang tercetak pada kartu. Informasi seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, CVV atau CVC, PIN, serta kode OTP perlu dijaga kerahasiaannya. Jangan memberikan data tersebut kepada orang yang menghubungi melalui telepon, pesan singkat, email, atau media sosial dengan alasan apa pun, termasuk mengaku sebagai pihak bank.
Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus phishing yang berusaha mendapatkan informasi rahasia melalui tautan atau pesan yang mencurigakan. Hal yang sama berlaku ketika seseorang mengaku dari bagian keamanan bank dan meminta pengguna "mengonfirmasi" data kartu karena ada transaksi mencurigakan. Jangan langsung mengikuti instruksinya. Jika memang khawatir terjadi masalah pada kartu, tutup komunikasi tersebut dan hubungi bank melalui nomor call center atau aplikasi resmi.
2. Aktifkan notifikasi dan rutin periksa transaksi

ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS (Pexels.com/Mockup Photos) Jangan menunggu tagihan bulanan untuk mengetahui apakah kartu digunakan secara tidak wajar. Aktifkan notifikasi setiap kali kartu digunakan, jika fitur tersebut tersedia. Dengan begitu, pengguna bisa segera mengetahui ketika ada transaksi yang tidak dikenali.
Bank Indonesia merekomendasikan pemegang kartu kredit menerima notifikasi untuk transaksi tertentu dan melakukan pengecekan billing statement setiap bulan untuk memastikan transaksi yang tercatat memang dilakukan sendiri. Pemeriksaan juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada transaksi bernilai besar.
Dilansir Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), pelaku dapat mencoba melakukan transaksi kecil terlebih dahulu untuk melihat apakah kartu masih bisa digunakan. Transaksi mencurigakan juga dapat muncul beberapa waktu setelah data kartu dicuri. Karena itu, jika muncul transaksi yang tidak dikenali, jangan menganggapnya sebagai biaya kecil yang bisa diabaikan. Segera hubungi penerbit kartu dan tanyakan prosedur untuk melaporkan transaksi tersebut.
3. Bertransaksi hanya melalui kanal dan merchant yang terpercaya

ilustrasi belanja online (Pexels.com/Leeloo The First) Saat berbelanja online, jangan asal memasukkan data kartu hanya karena mendapatkan tautan promosi atau penawaran yang terlihat menarik. Pastikan transaksi dilakukan melalui situs atau aplikasi resmi. Bank Indonesia menyarankan pengguna memastikan keamanan halaman e-commerce dan memanfaatkan fitur keamanan tambahan seperti 3-D Secure ketika tersedia.
Hindari pula memasukkan informasi kartu melalui tautan yang dikirim secara tiba-tiba melalui SMS, email, atau pesan pribadi. Bank Indonesia mengingatkan bahwa tautan mencurigakan dapat menjadi bagian dari modus phishing. Jika kartu digunakan secara langsung di toko, jangan biarkan kartu dibawa atau digesek di tempat yang tidak dapat diawasi. Bank Indonesia secara khusus mengingatkan agar kartu tidak di-dip atau di-swipe tanpa pengawasan maupun pada perangkat selain mesin EDC.
Jika sudah menemukan transaksi yang bukan dilakukan sendiri, tindakan paling penting adalah segera melapor kepada penerbit kartu. CFPB juga menyarankan pemegang kartu segera menghubungi penyedia kartu ketika menemukan transaksi mencurigakan agar langkah pengamanan berikutnya dapat dilakukan. Di Indonesia, OJK mengimbau masyarakat menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk informasi rekening, OTP, PIN, dan kata sandi, serta segera melaporkan penipuan melalui kanal resmi yang tersedia.
Keamanan kartu kredit bukan hanya bergantung pada sistem bank. Kebiasaan pengguna dalam menjaga data, memeriksa transaksi, dan merespons aktivitas mencurigakan juga sangat penting. Apakah kamu sudah menerapkan tips-tips di atas?






















