Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekonomi Jerman Melambat Jadi 0,2 Persen pada Kuartal Ketiga 2026

3 min read
Ekonomi Jerman Melambat Jadi 0,2 Persen pada Kuartal Ketiga 2026
ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/Prometheus 🔥)
  • Ekonomi Jerman tumbuh 0,2 persen pada kuartal III 2026, melambat dari 0,4 persen dan 0,3 persen di dua kuartal sebelumnya, meski melampaui ekspektasi ekonom 0,1 persen.
  • Perlambatan dipicu investasi turun, ekspor melemah, gangguan pelayaran akibat air rendah, permintaan global barang padat energi yang menurun, serta daya beli tergerus kenaikan harga energi.
  • DIW memperkirakan pertumbuhan menguat pada kuartal IV berkat industri, tetapi pemulihan belum merata; pemerintah memproyeksikan pertumbuhan 1,3 persen tahun ini, lalu 1,1 persen pada 2027 dan 0,6 persen pada 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perekonomian Jerman berekspansi sebesar 0,2 persen pada kuartal ketiga tahun 2026, melambat dari paruh pertama tahun ini seiring melemahnya ekspor dan menurunnya investasi. Data awal tersebut ditunjukkan oleh Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) pada Jumat (30/10/2026).

Ekspansi yang sedikit melampaui ekspektasi para ekonom sebesar 0,1 persen ini menandai kuartal keempat berturut-turut pertumbuhan ekonomi bagi negara berekonomi terbesar di Eropa tersebut. Pertumbuhan ini melanjutkan kenaikan sebesar 0,4 persen pada kuartal pertama dan 0,3 persen pada kuartal kedua.

  1. 1. Faktor perlambatan ekonomi menurut kementerian dan Destatis

    ilustrasi kontainer
    ilustrasi kontainer (pexels.com/K)

    Pengeluaran konsumen tercatat sedikit naik pada periode Juli hingga September, sementara investasi mengalami penurunan menurut Destatis. Pertumbuhan ekspor yang kuat pada paruh pertama tahun ini juga melambat secara nyata pada kuartal ketiga, sebagaimana dilansir Xinhua.

    Kementerian Ekonomi Jerman pada awal bulan ini memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi kemungkinan melambat sementara pada kuartal ketiga. Pihak kementerian mengaitkan hal itu dengan gangguan pada pelayaran pedalaman akibat tingkat air yang rendah secara historis.

    Selain persoalan pelayaran, kementerian mengutip melemahnya permintaan global terhadap barang-barang padat energi. Pengikisan daya beli akibat kenaikan harga energi juga menjadi faktor lain yang memperlambat laju ekonomi tersebut.

  2. 2. Catatan analis mengenai prospek dan persoalan struktural

    ilustrasi label harga barang
    ilustrasi label harga barang (pexels.com/Erik Mclean)

    Kepala Makro Global di ING Research, Carsten Brzeski, mengatakan perekonomian Jerman telah melanjutkan tren kenaikan terbarunya. Kendati demikian, dia memperingatkan bahwa kebangkitan jangka pendek tidak selalu menandakan pemulihan yang berkelanjutan.

    Dia menyampaikan bahwa prospek ekonomi masih sangat bergantung pada dampak stimulus fiskal pemerintah. Di sisi lain, masalah struktural yang telah berlangsung lama dinilai belum terselesaikan dan industri Jerman terus menjalani masa transisi yang sulit. Brzeski menambahkan bahwa reformasi untuk memulihkan daya saing internasional masih sangat dibutuhkan secara mendesak.

  3. 3. Perkiraan kuartal keempat serta proyeksi ekonomi pemerintah

    ilustrasi pabrik perakitan mobil
    ilustrasi pabrik perakitan mobil (unsplash.com/carlos aranda)

    Melihat ke depan, Institut Penelitian Ekonomi Jerman (DIW) memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat secara nyata pada kuartal keempat. Kenaikan laju pertumbuhan tersebut diperkirakan didukung oleh membaiknya aktivitas industri.

    "Perekonomian Jerman tampaknya meningkatkan kecepatannya menjelang akhir tahun, sebagian besar didorong oleh pemulihan di sektor industri setelah bertahun-tahun melemah," kata Geraldine Dany-Knedlik, kepala perkiraan ekonomi di DIW, seperti dilansir Xinhua. Namun, dia memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi tersebut belum berbasis luas.

    Dany-Knedlik menjelaskan bahwa pengeluaran rumah tangga masih tertahan oleh tingginya harga dan pasar tenaga kerja yang lemah, sementara investasi swasta tetap lesu. Sementara itu, dalam proyeksi musim gugur yang dirilis awal bulan ini, pemerintah Jerman memproyeksikan ekonomi akan tumbuh 1,3 persen pada tahun ini, sebelum melambat menjadi 1,1 persen pada 2027 dan 0,6 persen pada 2028.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More