Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi hingga 25 Persen

Elnusa menargetkan efisiensi operasi hingga 25 persen pada 2026 dengan fokus menjadi low-cost operator di sektor hulu migas, terutama dalam pengelolaan lapangan marginal.
Transformasi bertema 'Rediscover Technology and Innovation Age' digulirkan untuk mendorong inovasi teknologi dan perubahan mentalitas kerja agar operasional lebih cepat, aman, dan efisien.
Elnusa memperkuat layanan hulu migas terintegrasi lewat teknologi vibroseis dan ILI, serta memperluas pasar internasional dengan ekspor peralatan OCTG ke Aljazair.
Jakarta, IDN Times - PT Elnusa Tbk (ELSA) tancap gas di tahun 2026 dengan memperkuat transformasi sebagai low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini diambil untuk menghadapi dinamika industri migas global yang semakin menantang.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, mengungkapkan bahwa efisiensi menjadi kunci utama dalam menggarap lapangan-lapangan marginal di masa depan. Tak tanggung-tanggung, Elnusa membidik penghematan operasional yang cukup signifikan.
1. Fokus garap lapangan marginal dengan efisiensi tinggi

Elnusa kini tengah mengarahkan kompas bisnisnya untuk menjadi operator dengan biaya rendah namun memiliki standar kelas dunia. Strategi ini difokuskan pada pengembangan lapangan marginal melalui inovasi teknologi agar biaya produksi tetap kompetitif di tengah volatilitas harga minyak dunia.
“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,” ujar Litta Ariesca dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
2. Usung tema "Rediscover Technology and Innovation Age"

Untuk mencapai target efisiensi tersebut, Elnusa meluncurkan tema besar di tahun 2026, yakni "Rediscover Technology and Innovation Age". Transformasi ini tidak hanya berfokus pada alat, tetapi juga pada perubahan mentalitas kerja para karyawannya. Menurut Litta, teknologi harus berjalan beriringan dengan ekosistem kerja yang adaptif.
“Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem kerja di mana setiap Perwira Elnusa mampu berpikir lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dalam menjalankan operasional,” tambahnya.
3. Inovasi teknologi dan ekspansi ke Aljazair

Elnusa terus memperkuat layanan hulu migas terintegrasi, mulai dari geosains hingga optimasi lapangan. Salah satu senjata andalannya adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dan alat Inline Inspection (ILI) untuk menjaga keandalan pipa migas sepanjang 21.000 km.
Selain jago kandang di proyek Pertamina Group, Elnusa juga melebarkan sayap ke pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke Aljazair.
“Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran,” jelas Litta.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari penerapan operational excellence yang terintegrasi dari hulu ke hilir demi mendukung target produksi nasional 1 juta BOPD. (WEB)


















