Kenaikan Harga Avtur di RI Diklaim Lebih Kompetitif Dibanding Tetangga

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan harga avtur Pertamina masih lebih kompetitif dibanding negara tetangga meski terjadi penyesuaian pada April 2026.
- Harga avtur naik signifikan di berbagai bandara, seperti Soekarno-Hatta mencapai Rp23.551,08 per liter dan Ngurah Rai Rp25.343,01 per liter, mengikuti mekanisme pasar global.
- INACA mendesak pemerintah menyesuaikan fuel surcharge dan tarif batas atas penerbangan domestik setelah harga avtur naik rata-rata 70 persen untuk rute dalam negeri.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara atas kenaikan harga avtur yang ditetapkan PT Pertamina (Persero). Dia menyebut harga avtur di Indonesia masih jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain khususnya tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif," kata dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).
1. Harga avtur mengikuti mekanisme pasar

Bahlil menjelaskan pergerakan harga avtur sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. Hal itu dikarenakan layanan pengisian bahan bakar pesawat di Indonesia juga diperuntukkan bagi maskapai internasional, sehingga harga yang berlaku harus menyesuaikan dengan kondisi pasar.
"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," ujarnya.
2. Harga avtur naik mulai April

Pertamina menaikkan harga avtur untuk periode 1 hingga 30 April 2026. Berdasarkan data Pertamina Posting Price, harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) naik dari sebelumnya Rp13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp23.551.08 per liter untuk penerbangan domestik.
Penyesuaian serupa juga terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta yang kini menyentuh angka Rp24.775.38 per liter dari posisi sebelumnya Rp14.880,81 per liter. Seluruh harga yang tercantum tersebut merupakan harga into plane yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Kenaikan harga avtur terpantau merata di puluhan titik DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) di seluruh Indonesia. Di wilayah Jawa, harga Avtur di Bandara Juanda Surabaya ditetapkan sebesar Rp25.131,54 per liter, sementara di Bandara Ngurah Rai Bali mencapai Rp25.343,01 per liter.
Untuk wilayah Sumatra, harga di Bandara Kualanamu Deli Serdang dipatok Rp24.819,90 per liter. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur, harga Avtur di Bandara Sentani Jayapura dan Bandara Pattimura Ambon masing-masing berada di angka Rp25.521,09 dan Rp25.632,39 per liter.
3. INACA desak penyesuaian fuel surcharge dan tarif batas atas

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) meminta pemerintah segera merealisasikan kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik.
Desakan ini muncul menyusul pengumuman Pertamina terkait kenaikan harga avtur yang mulai berlaku pada Rabu, 1 April 2026. INACA mencatat rata-rata harga avtur domestik untuk periode 1-30 April 2026 mengalami kenaikan sebesar 70 persen dibandingkan periode Maret 2026.
Sementara itu, harga avtur untuk penerbangan internasional mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar 80 persen, dengan besaran yang bervariasi di setiap bandara.


















